20 Kabupaten di NTT Rawan Bencana Alam Berat

berbagi di:
Advokasi Forum Pengurangan Resiko Bencana tingkat Kabupaten Ende, Kamis (18/10). Foto: Son Bara/VN

Advokasi Forum Pengurangan Resiko Bencana tingkat Kabupaten Ende, Kamis (18/10). Foto: Son Bara/VN

 
Son Bara

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana NTT, Tini Thadeus mengatakan 20 Kabupaten di NTT masuk kategori rawan bencana alam berat. Dua kabupaten lainnya yakni Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Sumba Timur masuk dalam kategori rawan bencana sedang atau kecil.

Hal ini disampaikan Tini saat membuka kegiatan Advokasi Forum Pengurangan Resiko Bencana tingkat Kabupaten Ende, Kamis (18/10).

Ia mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap bencana alam yang sulit diprediksi dan bisa terjadi sewaktu-waktu.

Menurutnya, sesuai analisa para ahli saat ini ada dua lempeng aktif yang terus bergerak dan berpotensi mengakibatkan gempa bumi dan tsunami. Beberapa bulan terakhir saja bencana terjadi di Lombok, Palu dan Donggala, Sumenep, hingga wilayah Sumba dan Flores di NTT.

Edukasi kebencanaan dan forum pengurangan resiko bencana harus diperkuat di setiap kabupaten.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Ende, Albert M Yani mengatakan persoalan bencana sangat kompleks dan menjadi tanggung jawab bersama bukan hanya pemerintah. Forum pengurangan resiko bencana menjadi media untuk bekerjasama.

“Sebagai ketua forum jangan biarkan saya berjalan sendiri. Kita yang tergabung dalam forum ini punya tujuan kemanusiaan yang sangat mulia. Program kerja menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan forum ini bertugas memberikan advokasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai ancaman bencana yang bakal terjadi, membertikan pengetahuan tentang cara menyelamatkan diri dan cara menanggulangi pascaterjadinya bencana alam.

“Intinya resiko jika terjadinya bencana bisa diantisipasi sedini mungkin dan menghindari jatuhnya korban jiwa dari masyarakat,” tegas Hironimus. (bev/ol)