24 Pasien DBD Sedang Dirawat di Rumah Sakit Tarus

berbagi di:
demam berdarah

 
Sementara Kepala Puskesmas Tarus, drg Imelda Sudarmadji mengatakan pasien DBD yang dirawat di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur sudah mencapai 24 orang. Usia pasien DBD bervariasi antara 19-20 tahun. Dari jumlah itu, yang masih menjalani perawatan hanya dua orang, sedangkan yang lain sudah sembuh dan diperbolehan pulang.

Sedangkan dua pasien, yakni Edward Mohadin (3,2), warga RT 17/ RW 08 Dusun 2 Kiuteta, Desa Noelbaki, telah dirujuk ke RS Leona; dan Steven da Silva Raul (5), warga RT 14/ RW 06 Dusun 3 Desa Oebelo telah dirujuk ke RSUD Naibonat.

Imelda mengatakan puskesmas telah bersurat ke gereja-gereja untuk memberi informasi terkait penyakit DBD. Ada pula penyuluhan di posyandu dan puskesmas, serta kerja bakti bersama Dinas Kesehatan dan lintas sektor di Desa Penfui Timur untuk membersihkan lingkungan.

“Upaya terakhir untuk mencegah meluasnya bahaya DBD adalah pengasapan atau fogging karena kasus DBD semakin lama semakin bertambah. Dan kami di Puskesmas Tarus juga membuka posko DBD 24 jam. Posisi posko untuk sementara dipusatkan di puskesmas. Karena kita kesulitan di tenaga laboratorium. Tetapi tetap komunikasi terhubung terus dengan bidan-bidan di pustu,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Naebonat, dr Erol Nenobais yang dihubungi secara terpisah, mengatakan, selama Januari pihaknya merawat 11 pasien DBD. Dari jumlah itu, tiga orang masih dirawat dan sisanya sudah sembuh.

Dia menambahkan semua pasien berasal dari rujukan Puskesmas Oesao, dan Camplong.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, dr Amheka mengaku tidak menghafal data kasus DBD yang terjadi di Kabupaten Kupang. Dia meminta VN ke kantornya, hari ini, Rabu (30/1), untuk memperoleh data tersebut dari Tim Terpadu Penanganan DBD.

Dia mengaku saat ini Kabupaten Kupang dalam posisi siaga dan sedang berupaya melakukan pencegahan agar tidak terjadi KLB DBD. (eng/mg-01/R-4)