38 Pasien Tunda Kemoterapi Sejak Desember

berbagi di:
Jimi Sianto dan rombongan dari Komisi V DPRD NTT mendengarkan penjelasan dr Laurens Paulus selaku Koordinator Ruang Pavilium RSUD WZ Johannes, Kupang, kemarin. Foto; Nahor Fatbanu/VN

Jimi Sianto dan rombongan dari Komisi V DPRD NTT mendengarkan penjelasan dr Laurens Paulus selaku Koordinator Ruang Pavilium RSUD WZ Johannes, Kupang, kemarin. Foto; Nahor Fatbanu/VN

 
Kepala Unit Kanker dan Kemoterapi RSUD WZ Johannes Kupang dr. Laurens Paulus yang dikonfirmasi VN Kamis (13/1) malam menjelaskan obat kemoterapi (MESNA) sudah ada sejak Kamis (9/1).

Namun, lima pasien yang membutuhkan MESNA dan pengobatan ini tertunda sejak Desember 2018 karena alat pencampur obat tidak berfungsi dengan baik.

“Jadi yang rusak itu bukan alat pencampur obat kemoterapi, tapi yang rusak adalah UPS (penyimpan daya listrik). Alat pencampur itu butuh daya listrik yang besar sehingga butuh UPS yang besar agar bisa mencampur obat dalam jumlah banyak,” bebernya.

Menurutnya, dr Laurens mengatakanxsudah semestinya daya listrik ditambah dan solusi jangka pendek yang tepat adalah menyediaan UPS.

“Bila ada UPS maka alat tersebut bisa mencampur obat untuk 17-18 pasien sehari. Tapi kalau tidak ada UPS maka hanya bisa melayani maksimal lima orang saja,” ungkapnya. (mg-08/mg-01/paa/E-1)