445 Unit Rumah di Kupang Rusak Akibat Angin Kencang

berbagi di:
Atap rumah yang terlepas utuh akibat hujan dan angin kencang di Kelurahan Naimata Minggu (10/3).

Atap rumah yang terlepas utuh akibat hujan dan angin kencang di Naimata.

 

 

Hingga Senin (11/3) kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur telah menghimpun data kerusakan akibat terjangan angin kencang pada Minggu (10/3). Selain fasilitas publik, rumah warga yang mengalami kerusakan sudah terdata 445 unit. Kebanyakan rusak di bagian atap.

Plt Kepala BPBD Kota Kupang, Ade Manafe di kantornya, kemarin, menjelaskan, 445 unit rumah yang rusak itu tersebar di 40 kelurahan.
Sampai kemarin, pihaknya baru mendistribusikan 20 terpal kepada korban, yang atap rumahnya benar-benar hancur.

Tim BPBD masih terus melakukan pendataan di lapangan dan data kerusakan masih terus berubah dan terus dilakukan verifikasi oleh tim.

“Keputusan penetapan status tanggap darurat bencana akan ditetapkan besok (hari ini) setelah rapat bersama. Tim BPBD masih terus melakukan pendataan di lapangan. Data masih bertambah nanti. Penanganan baru diberikan 20 terpal kepada rumah yang semua atap rumahnya ambruk,” ujarnya.

Dari pendataan lapangan, kerusakan terparah di Kelurahan Maulafa.

“Kita masih menunggu keputusan status tanggap darurat baru kita mengambil tindakan pemberian bantuan sesuai tingkat kerugian. Saat ini tim masih terus melakukan verifikasi di lapangan. Setelah itu kita akan melakukan penanganan sesuai peraturan yang ada,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kota Kupang, drg Retnowati mengatakan, Dinas Sosial memberikan bantuan terpal dan logistik berupa mie instan bagi yang membutuhkan. “Logistik terbatas, jumlah terpal hanya 59 lembar yang merupakan sisa pakai dari bantuan bencana puting beliung di Kelurahan Liliba dan Penfui,” katanya.

Menurutnya, ke-59 terpal itu pun sudah didistribusi kepada warga korban bencana melalui Tim BPBD kota Kupang. Tim BPBD kota Kupang yang memberikan bantuan itu sesuai data yang ada. “Penanganan lebih lanjut akan dilakukan setelah penetapan status besok (hari ini),” pungkasnya.