58 Rumah Warga di Sumba Timur Rusak Akibat Bencana Angin

berbagi di:
tertimpa-pohon-tumbang-2-1

Rumah milik Yowaana Pindi Djola di Desa Praimbana, Kecamatan Paberiwai, yang rusak tertimpa pohon tumbang, Minggu (10/3) lalu. Foto: Frangky Johannis/VN

 
Frangky Johannis

Hujan deras disertai angin kencang di Kabupaten Sumba Timur, Minggu (10/3) petang lalu tidak mengakibatkan korban jiwa. Namun sejumlah warga di delapan kecamatan mengalami kerugian material.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Timur Martina Djera di kantornya, Rabu (13/3), menyampaikan sesuai data dan laporan dari sejumlah pemerintah desa, akibat kejadian tersebut, 58 unit rumah warga yang tersebar di delapan kecamatan, yakni Pandawai, Umalulu, Kambera, Mahu, Kanatang, Kahaungu Eti, Kambata Mapambuhang, dan Paberiwai.

Ia merinci, kerusakan rumah warga akibat angin kencang tersebut, di antaranya di Kecamatan Pandawai, 11 unit rumah warga di Desa Palakahembi dan tiga unit rumah warga Desa Kadumbul. Di Kecamatan Umalulu, 11 unit di Desa Wanga, enam unit di Desa Patawang, lima unit di Desa Mutunggeding, serta enam unit di Kelurahan Lumbukore.

Kejadian yang sama menimpa pula Kecamatan Kahaungu Eti, yakni tujuh unit rumah warga Desa Kotak Kawau dan tiga unit rumah warga Desa Kamanggih.

Sementara, di Kecamatan Mahu khususnya di Desa Praikalala terdapat dua unit rumah menjadi korban, serta Desa Persiapan Ngaru Kahiri, Kecamatan Kambata Mapambuhang, Desa Praimbana, Kecamatan Paberiwai, Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera, dan Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, masing-masing satu unit rumah warga yang mengalami kerusakan.

Masih menurut Martina, sesuai hasil pendataan dan verifikasi di lapangan, dari 58 unit rumah warga yang rusak tersebut, 15 di antaranya mengalami rusak berat (bagian atap dan dinding rusak total), rusak sedang sebanyak 16 unit (sebagian atap rusak), dan rusak ringan sebanyak 27 unit (sebagian atap rusak dan sudah diperbaiki).

“Warga terdampak yang rumahnya rusak berat dan rusak sedang menyebabkan mereka harus kehilangan sementara tempat tinggal, dan sementara ini tinggal di rumah tetangga dan keluarga. Sedangkan yang rumahnya mengalami rusak ringan telah memperbaiki kerusakan rumah mereka secara swadaya,” katanya.

Martina menambahkan, pada Senin (11/3) dan Selasa (12/3), Tim BPBD telah melakukan verifikasi lapangan, untuk menentukan jenis kerusakan yang dialami korban, sehingga selanjutnya untuk kategori kerusakan sedang dan berat, akan diberikan bantuan material sesuai dengan hasil verifikasi lapangan.

“Kami juga sudah menyampaikan laporan tertulis kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT, yang tembusannya telah dikirim ke Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB RI di Jakarta, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bupati Sumba Timur, dan Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur,” ujar Martina. (bev/ol)