Alfred Alami Marasmus-Kwashiorkor

berbagi di:
Beginilah kondisi Alfred saat dirawat di Puskesma Watukawula. Foto: Frengky Keban/VN

 

Frengky keban

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTT tiba di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nsua Tenggara Timur Rabu (12/9) siang. Tim langsung memantau dan memberikan pemeriksaan intensif bagi Alfred Umbu Lele, penderita gizi buruk yang sudah dirujuk ke RS Caritas. Alfred dinyatakan mengalami gizi buruk tipe marasmus kwashiorkor.

Dokter Spesialis Anak RSUD WZ Johannes Kupang dr Irene Davidz Hotel Sinar Tambolaka, Kamis (13/9) petang petang menjelaskan, gizi buruk jenis marasmus-kwashiorkor bisa digambarkan dengan penurunan berat badan anak disertai dengan pembengkakan yang tidak mencolok. Menurutnya, penyakit Alfred tergolong cukup kronis ditambah dengan banyak penyakit yang menyertainya.\

“Dari hasil pemeriksan yang kami terima dari Lab RS Caritas, Alfred ini memang kurang darah (anemia ringan), LED tinggi mencapai 3,5/70. Juga Alfred punya riwayat penyakit radang paru-paru dan sempat juga dirawat. Sisa infeksinya masih ada. Hari ini dari vesesnya ternyata ada infeksi ganda akibat cacing yang bisa merupakan penyebab gizi buruk, selain asupan gizi. Untuk Alfred dari sisi primer pemberian makanan tambahan sangat terlambat. Ibunya Alfred hanya memberikan ASI hingga 1,2 tahun tanpa pemberian formula maupun makanan tambahan,” kata Iren yang didampingi staf Seksi Kesga, Gizi dan KB Dinkes NTT, Siti Romlah.

Selain itu, menurut Irene, Alfred juga menderita penyakit crazy pavement dermatosis (jenis penyakit kulit) dan gangguan perkembangan yang membuat Alfred belum bisa duduk maupun jalan. Semua penyakit ini merupakan penyakit ikutan akibat gizi buruk yang dialami Alfred.

“Untuk kasus Alfred hingga saat ini para dokter sudah melakukan pengobatan untuk beberapa penyakit yang ada termasuk penyakit kulit yang dialaminya. Kalau dilihat kulitnya Alfred itu sudah mulai mengelupas. Saat ini Alfred sendiri dalam proses penanganan gizi buruk masuk fase rehabilitasi setelah ditangani Dinas Kesehatan Provinsi dengan pemberian formula F75 dan F100 sehingga ada kenaikan berat badan. Dan juga Alfred tidak rewel lagi. Tadi kami ke sana (RS Caritas) Alfred tidur nyenyak dan lebih adem. Saya pikir khusus Alfred ini termasuk beruntung karena cepat ditangani,” katanya.

Alfred akan terus dirawat di RS Caritas hingga masuk kategori gizi kurang.

“Semua biaya ditanggung lewat SKTM Pemkab SBD. Saya berharap ini bisa jadi pelajaran juga bagi semua,” jelasya.

Siti Romlah mengisahkan, setelah tiba di SBD, dirinya langsung menemui Alfred dan langsung melakukan terapi gizi sesuai tata laksana gizi buruk.

“Kita lihat status gizinya disesuaikan dengan indikatornya yakni berat badan menurut umur, panjang badan menurut tinggi badan dan berat badan menurut panjang badan. Kalau dari panjang badan menurut tinggi badan, dan berat badan menurut panjang badan, maka Alfred masuk kategori gizi kurang. Kenapa kurang karena ada pembengkakan di badannya Alfred. Dia juga bahkan masuk kategori stunting. “Kita juga lihat keadaan fisiknya bagaimana untuk kita tangani. Caranya dengan memberhentikan sementara makanan untuk Alfred dan digantikan dengan formula 75 dan dilanjutkan dengan F100 yang diracik sendiri,”katanya.

Dampaknya, kata Siti Romlah, cukup signifikan. Ada perubahan pada fisik Alfred. Alfred sudah bergerak dan kakinya yang bengkak sudah mulai berangsur normal.

Alfred Umbu Lele (1,4 tahun) anak dari pasangan Melkianus D Popo dan ibu Kristina Bili, sudah dirawat di RS Caritas-Weetabula. Alfred sejak 4 September lalu dirawat di Puskesmas Watukawula. Saat dijenguk wartawan, Alfred yang digendong ibunya Kristina Bili, sudah diberi penanganan medis oleh pihak RS Caritas. (mg-09/S-1)