Angin Kencang Porakporandakan Sejumlah Rumah Warga Sumba Timur

berbagi di:
Kondisi rumah yang porak-poranda di Sumba Timur. Foto: Frangky Johannis/VN

Rumah milik Nenek Na Bola (70), warga Kampung Kiriwai, Kelurahan Lumbukore, Kecamatan Umalulu yang rusak tertimpa pohon tumbang, Minggu (10/3) petang.

 

Frangky Johannis

Sejumlah rumah milik warga di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur rusak berat akibat diterpa angin kencang, Minggu (10/3) sekitar pukul 15.30 Wita.

Pasi Intel Kodim 1601/Sumba Timur Kapten (Arh) Bernawi, kepada wartawan di Makodim 1601, Senin (11/3), menjelaskan, hujan deras disertai angin kencang yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Sumba Timur, Minggu (10/3) petang kemarin itu, memporakporandakan sejumlah rumah warga di beberapa wilayah.

Menurutnya, sesuai informasi yang diperoleh dari jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa), di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, untuk sementara terdata lima unit rumah warga mengalami kerusakan berat akibat terpaan angin kencang, yakni milik Ndiki Takandjandji (48), yang atapnya terangkat seluruhnya, rumah milik Ricca Ana Paki (65) roboh akibat diterjang angina, serta dapur milik Martinus Pekuwali (50), Andreas Djaka (55), dan Kawau Huka Pati (50) roboh tertimpa angina kencang tersebut.

“Beruntung akibat hujan disertai angin kencang tersebut tidak memakan korban jiwa, namun total kerugian materil akibat rumah warga yang rusak berat itu diperkirakan mencapai Rp 150.000.000,” katanya.

Kronologisnya, ujar Bernawi, berawal sekitar pukul 15.00 Wita turun hujan. Kemudian pada pukul 15.35 Wita kondisi hujan semakin deras dan tiba-tiba bertiup angin kencang, sehingga mengakibatkan sejumlah rumah warga roboh, pohon tumbang menimpa kabel listrik jalur distribusi ke Desa Kotak Kawau.

 Rumah milik Damianus Diki Takanjanji di RT 05/RW 02, Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai yang atapnya diterbangkan angin kencang, Minggu (10/3) petang. Foto: Frangky Johannis/VN

Rumah milik Damianus Diki Takanjanji di RT 05/RW 02, Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai yang atapnya diterbangkan angin kencang, Minggu (10/3) petang. Foto: Frangky Johannis/VN

Selain di Desa Palakahembi, tambah Bernawi, hujan disertai angin kencang itu juga mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa rumah Rahman (47), salah seorang warga RT 20/RW 12, Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang.

Menurutnya, atap rumah Rahman mengalami rusak berat akibat tertimpa pohon tumbang, sehingga Babinsa setempat berkoordinasi dengan aparat kelurahan dan instansi terkait, secara bersama-sama membantu pembersihan rumah korban dengan dibantu warga setempat.

“Babinsa berkoordinasi dengan aparat kelurahan serta instansi terkait dan bersama warga membantu korban melakukan pembersihan rumah tersebut,” terang Bernawi.

 

Laporan Masuk 41 Rumah

Terpisah, Sekretaris BPBD Kabupaten Sumba Timur Herry Ratucore yang dikonfirmasi mengatakan, sesuai laporan warga yang masuk ke Posko Bencana BPBD, ada sekitar 41 rumah yang terdampak akibat angin kencang, Minggu (10/3).

Menurutnya, Tim BPBD telah turun ke lokasi-lokasi yang dilaporkan terdampak tersebut, dan telah terverifikasi sejumlah 11 rumah yang mengalami kerusakan berat, yakni Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai dan Kelurahan Lumbukore, Kecamatan Umalulu.

Herry mengatakan, pihaknya telah menyalurkan bantuan emergency bagi korban yang telah diverifikasi tersebut. Sementara, laporan kejadian serupa di Desa Patawang, Kecamatan Umalulu dan sejumlah lokasi lainnya direncanakan akan dilakukan besok, Selasa (12/3).

“Hari ini kami baru melakukan verifikasi ke Desa Palakahembi dan Kelurahan Lumbukore, sekaligus memberikan bantuan emergency. BPBD dibantu instansi terkait dan mitra kerja, akan terus melakukan pendataan sekaligus verifikasi laporan warga yang sudah masuk dan memberikan bantuan emergency, sembari menunggu hasil kajian tim teknis untuk penyaluran bantuan material,” katanya singkat. (bev/ol)