Asisten I SBD Ingatkan Fakdes dan Pendamping Desa Untuk Tidak Berpolitik

berbagi di:
img-20180313-wa0019

 

 

Frengky Keban

Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sumba Barat Daya (SBD) Frans M. Adilalo mengingatkan para fasilitator desa dan pendamping desa untuk tidak terlibat dalam politik praktis dengan mendukung salah satu calon karena hal itu akan merusak demokrasi yang sudah terjaga baik.

Penegasan ini disampaikan Adilalo saat membuka Rakor Kepala Desa, Selasa (13/3) siang.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas PMD, Alexander Saba Kodi, Sekretaris PMD, Lodowaik L. Raya, Kepala Kantor BPJS Kesehatan, Menison Seran, Kepala BNI cabang Weetabula, para kepala desa se-Kabupaten Sumba Barat Daya, dan para tenaga ahli baik fasilitator maupun pendamping desa.

“Saya ingatkan para fakdes dan pendamping untuk tidak melakukan hal yang tidak seharusnya seperti terlibat dalam kegiatan politik bahkan tidak memosting hal-hal yang berbau politik. Ini akan merusak konsentrasi kerja bapa dan mama mereka sebagai pendamping desa,” tegasnya.

Pendamping dan fasilitator seharusnya bekerja total dalam membantu penyelenggaraan pemerintahan desa apalagi keberhasilan pendamping dan fasilitator tampak pada intensitas pendampingan yang diberikan kepada kepala desa maupun aparat desa itu sendiri.

“Dan bukannya membuka borok yang ada di desa melalui media sosial sebagaimana yang saya temukan di media sosial. Itu berarti kita sebagai pendamping maupun fasilitator gagal dalam melakukan pendampingan kita. Pendamping dan fasilitator harus bisa jadi pelopor dan motivator bagi desa sehingga dalam perjalanan desa menjadi lebih baik di masa mendatang,”tegasnya lagi.

Ia juga mengingatkan kepala desa untuk bisa membangun komunikasi dan koordinasi bersama pendamping dan fasilitatornya desanya sehingga tidak lagi terjadi kesalahan dalam mengurus administrasi khususnya LPJ dana desa dan ADD sebagaimana yang dialami selama ini.

Senada dengan Frans, Kadis PMD, Alex Sama Kodi kepada media ini pun mengungkapkan hal yang sama. Malah dirinya menceritakan ada beberapa fakdes dan pendamping desa yang kini merangkap menjadi pengurus partai sehingga dirinya meminta para fakdes maupun pendamping desa tersebut bisa mengundurkan diri dari jabatannya karena ini sesuai dengan arahan dalam rapat bersama kesbangpol beberapa waktu lalu.

“Ada itu yang begitu sehingga kita minta dan akan sampaikan juga untuk fakdes dan pendamping bisa mengundurkan diri dari jabatam yang ada,”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wee Manada-Kecamatan Loura, Bulu Lele kepada media ini pun sepakat dengan apa yang disampaikan oleh kedua pimpinan tersebut yang menurut benar adanya. Dirinya mencontohkan bahwa di desanya fakdes tidak terlalu aktif dalam melaksanakan kerja sehingga memberikan dampak yang cukup signifikan dalam pembangunan di desa.

“Untuk sekarang kita lebih berharap pada pendampingnya saja yang sudah banyak membantu kami,” katanya. (bev/ol)