Bank NTT Cabang Waingapu Gelar Dapur UMKM

berbagi di:
Para ibu rumah tangga membeli bawang Loka Nanta hasil produksi Poktan Marangga Hamu, Kelurahan Malumbi, Kecamatan Kambera, saat kegiatan Dapur UMKM di halaman parkir kantor Bank NTT Cabang Waingapu, Jumat (21/12). Foto: Frangky Johannis/VN

Para ibu rumah tangga membeli bawang Loka Nanta hasil produksi Poktan Marangga Hamu, Kelurahan Malumbi, Kecamatan Kambera, saat kegiatan Dapur UMKM di halaman parkir kantor Bank NTT Cabang Waingapu, Jumat (21/12). Foto: Frangky Johannis/VN

 

 

Frangky Johannis
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kabupaten Sumba Timur, PT Bank NTT Cabang Waingapu menggelar kegiatan ‘Dapur UMKM’ di halaman parkir kantor tersebut, Jumat (21/12).

Kepala Cabang Bank NTT Waingapu Saul L Wenji kepada VN menjelaskan Dapur UMKM dilaksanakan serentak di seluruh kantor cabang. Selain memperingati HUT NTT, juga mendukung Program Pemprov NTT mengembangkan potensi lokal, agar masyarakat Bangkit dan Sejahtera.

Saul mengatakan, pihaknya memfasilitasi para nasabah kredit mikro dan kredit usaha rakyat (KUR) binaan Bank NTT untuk mendorong perkembangan UMKM di Sumba Timur, dan NTT pada umumnya, sekaligus sebagai ajang promosi potensi lokal.

“Jadi ada subsidi dari kami, sehingga masyarakat bisa mendapatkan produk-produk lokal tersebut dengan harga sangat terjangkau. Apalagi ini dalam rangka HUT NTT dan Sumba Timur yang ke-60 dan menjelang Natal dan Tahun Baru,” kata dia.

Pembeli sementara memilih produk kain tenun Sumba di stand Agustinus Huki Radandima, perajin tenun ikat asal Kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kambera di arena Dapur UMKM di halaman parkir kantor Bank NTT Cabang Waingapu, Jumat (21/12). Foto: Frangky Johannis/VN
Pembeli sementara memilih produk kain tenun Sumba di stand Agustinus Huki Radandima, perajin tenun ikat asal Kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kambera di arena Dapur UMKM di halaman parkir kantor Bank NTT Cabang Waingapu, Jumat (21/12). Foto: Frangky Johannis/VN

Kegiatan Dapur UMKM ini diharapkan menjadi entry point gerakan mendorong perkembangan UMKM dan menjadi agenda tahunan. Pemkab Sumba Timur setidaknya bisa memfasilitasi pelaku UMKM dengan menyiapkan lokasi atau mengarahkan untuk menempati lokasi yang sudah ada sebagai arena promosi seluruh produk lokal Sumba Timur.

Pantauan VN, sejak pukul 06.00 Wita, warga Kota Waingapu dan sekitarnya sudah memadati areal parkir kantor Bank NTT Waingapu untuk mendapatkan sembako murah, pangan lokal, sayur organik, aneka snack olahan rumput laut, ikan segar,kopi Sumba, dan tenun ikat.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan olah raga bersama karyawan sejajaran Bank NTT Cabang Waingapu.

Hans TR Andung dari Kelompok Tani (Poktan) Marangga Hamu, Kelurahan Malumbi, Kecamatan Kambera yang ikut menjual hasil bawang Loka Nanta mengapresiasi kegiatan ini.

Menurutnya, kelompok yang ia bina baru mengembangkan varietas ini. Kelompoknya juga sudah sempat mengembangkan bawang Tuk-tuk, sehingga ini merupakan ajang perkenalan dan promosi potensi bawang lokal kepada masyarakat.

“Kami berharap Bank NTT sebagai bank milik masyarakat NTT terus berupaya membantu kami para pelaku UMKM selain dengan modal usaha, juga mendekatkan pasar,” katanya.

Pembeli memadati stand RPK Grace untuk membeli sembako murah di arena Dapur UMKM di halaman parkir kantor Bank NTT Cabang Waingapu, Jumat (21/12). Foto: Frangky Johannis/VN

Pembeli memadati stand RPK Grace untuk membeli sembako murah di arena Dapur UMKM di halaman parkir kantor Bank NTT Cabang Waingapu, Jumat (21/12). Foto: Frangky Johannis/VN

Agus Padita, pemilik Rumah Pangan Kita (RPK) Grace, Kelurahan Temu, mengatakan, sejak pagi sembako murah yang dijual di arena Dapur UMKM Bank NTT sudah diserbu warga.

Menurutnya, paket beras kemasan 5 kilogram dijual dengan harga Rp 47.500, minyak goreng ukuran 1 liter Rp 12.500, tepung terigu ukuran 1 klilogram Rp 8.000, dan gula pasir kemasan 1 kilogram Rp 10.500, sehingga banyak banyak yang beli.

“Saya berharap kegiatan ini terus dilaksanakan Bank NTT ke depan. Kalau bisa ini menjadi agenda tetap tahunan,” kata dia.

Agustinus Huki Radandima, perajin tenun ikat asal Kelurahan Lambanapu mengatakan, dirinya berpartisipasi dalam kegiatan ini tidak dengan target penjualan karena banyak yang sudah kenal dan selalu membeli langsung di rumah.

“Tak ada target, laku atau tidak bukan masalah karena ini sebagai ajang promosi produk kami. Yang terpenting sebagai nasabah kami merasa ada perhatian Bank NTT memfasilitasi kami mempromosikan dan memasarkan produk yang kami hasilkan,” pintanya. (bev/ol)