Bank NTT Tembus Pasar Modal

berbagi di:
Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, Absalom Sine (duduk, ketiga dari kanan) dan Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (keempat dari kanan) menandatangani berkas registrasi di OJK Pasar Modal Jakarta, kemarin.

Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, Absalom Sine (duduk, ketiga dari kanan) dan Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (keempat dari kanan) menandatangani berkas registrasi di OJK Pasar Modal Jakarta, kemarin.

 
Bank NTT yang diwakili Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, Absalom Sine dan Direktur Pemasaran Dana, Harry Alexander Riwu Kaho beserta Tim Kerja Penerbitan Obligasi yang diwakili Ketua Tim, Zet R Lamu, Koordinator Legal Donny R Messah, resmi melakukan final signing untuk registrasi di OJK Pasar Modal Jakarta dalam rangka Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Bank NTT tahap I Tahun 2018, Kamis (6/12).

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan itu kepada VN, tadi malam.

Harry menjelaskan, dari masa penawaran obligasi sebesar Rp 500 miliar, hasil bookbuilding terjadi oversubscribe (pelampauan) sebesar Rp 65 miliar. Hal ini membuktikan bahwa performa keuangan Bank NTT sampai saat ini tetap mendapat kepercayaan kuat serta memiliki prospek cemerlang dari para investor pasar modal di Indonesia.

Dana hasil penerbitan obligasi sebesar Rp 500 miliar itu akan digunakan untuk ekspansi kredit, termasuk kredit produktif dan UMKM.

Terkait tujuan Bank NTT masuk pasar modal, ia mengatakan hal itu merupakan salah satu strategi agar Bank NTT dapat bertumbuh mengembangkan bisnisnya dan ada dukungan modal yang kuat dan memadai serta salah satu opsi untuk mendapat tambahan dana melalui instrumen obligasi atau surat hutang berjangka.

Syarat masuk pasar modal, lanjutnya, di antaranya bank bersangkutan harus melalui suatu proses yang sangat ketat yang diatur oleh OJK Pasar Modal, harus diaudit kinerja keuangannya oleh KAP. Selain titu, ada legal audit oleh konsultan hukum pasar modal, kemudian di-rating oleh Pefindo (Pemeringkat Efek Indonesia) yang harus berkriteria Invesment Grade sehingga investor percaya bahwa bank tersebut dapat dipercaya dan surat utangnya bisa dibeli dengan bunga yang wajar dan bersaing di pasar modal.

Final signing ini juga dihadiri oleh para lembaga penunjang penerbitan obligasi berkelanjutan I Bank NTT Tahap I Tahun 2018, yakni Wali Amanat dari Bank Mandiri, Underwriter Danareksa Sekuritas dan IndoPremier Sekuritas, Konsultan Hukum MMIK, notaris, Nanette Cahyadi dan KAP PKF, Hadiwinata.
Puji Bank NTT
Sementara itu, Heru Kristyana selaku Dewan Komisioner OJK pada acara pelantikan dan serah terima jabatan Kepala OJK Provinsi NTT di Kupang, Rabu (5/12), mengatakan indeks pertumbuhan kredit yang terbaik adalah di NTT di mana bisa menyaingi pertumbuhan kredit tingkat nasional. Heru mengapresiasi performa Bank NTT sebagai bank daerah dengan pencapaian dimaksud.

“Pertumbuhan kredit di Bank NTT bisa mencapai 13 persen menyaingi nasional. Ini baik untuk Bank NTT, berarti masih sangat kondusif,” katanya.

Heru menyarankan agar kredit tersebut tidak diberikan sebatas kepada ASN melainkan disalurkan kepada sektor kreatif, produktif, pariwisata, UMKM yang khas NTT untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Kredit tersebut diharapkan tidak hanya diberikan kepada ASN tetapi disalurkan kepada sektor pembangunan yang kreatif dan produktif, pariwisata dan kerajinan lokal. Maka itu saya harapkan Pak Robert di NTT lebih rajin melakukan kontak dengan OJK Pusat untuk pengawasan dan pemecahan masalah tersebut. Ini bukan provinsi miskin, karena budaya dan pariwisata yang paling terkenal di Indonesia dan dunia ada di NTT,” kata Heru.

Saat menjawab wartawan, Heru mengatakan bahwa Bank NTT saat ini ada dalam kondisi prima.

“Seperti yang saya sampaikan tadi bahwa pertumbuhan kredit Bank NTT masih cukup bersaing. Ini artinya intermediasi yang dilakukan Bank NTT dengan pihak ketiga tergolong baik. Tidak ada masalah dengan Bank NTT. NPL-nya juga terkendali sekitar 2,6 persen, jauh dari buruk. Pertumbuhan kredit dan kualitas aset juga baik, artinya kinerja Bank NTT tidak ada masalah.” tutupnya. (*/ari/mg-06)