Belajar Pariwisata di Australia, Per Orang $4.500

berbagi di:
foto-hal-01-cover-gub-vbl-140219

Gubernur VBL memberikan selempang etnik kepada Prof Helen saat tiba di Kantor Gubernur NTT. Foto: Nahor Fatbanu/VN

 

Jumal Hauteas
Manager Unit Pengembangan Bisnis Internasional, Universitas Griffith Australia Dr Hellen Bule mengatakan biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan sesorang yang profesional di bidang pariwisata dan perhotelan di Universitas Griffith Australia adalah AUD $4.500 per orang. Para mahasiswa akan dilatih selama delapan minggu. Syaratnya, para pemuda setidaknya sudah memiliki kemampuan berbahasa inggris yang baik saat berangkat ke Australia.

“Untuk satu tim pelatihan kami menyediakan 24 sampai dengan 25 orang,” jelas Prof. Helen saat bertemu dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

Atas tawaran harga paket tersebut, Gubernur VBL menegaskan untuk biaya tidak menjadi masalah bagi Pemprov NTT.

“Untuk harga tidak masalah bagi kami, yang penting pemuda-pemuda NTT bisa menjadi hebat di bidang pariwisata,” tegasnya.

Gubernur VBL menegaskan, Pemprov NTT sudah menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak utama pembangunan dalam masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur NTT, Josep Nae Soi lima tahun ke depan. Karena itu, pelatihan pemuda ini dilakukan untuk nantinya mampu memberikan pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Provinsi NTT memiliki sejumlah aset pariwisata berkelas dunia, sehingga tidak bisa diurus oleh pihak-pihak yang tidak profesional. NTT tidak menargetkan wisatawan secara kuantitas. Tetapi kualitas yang kami targetkan, sehingga target kami adalah wisatawan kelas menengah keatas,” tegasnya.

Sebagai referensi Gubernur VBL menganjurkan Prof. Helen dan tim untuk mengunjungi salah satu sekolah pariwisata yang sangat baik di Pulau Sumba.

“Silahkan bisa kunjungi sekolah ini, karena saya baru pulang dari sana beberapa waktu lalu dan sekolah ini sangat baik untuk dikembangkan,” tegasnya.

Rektor Undana Kupang, Prof. Fred Benu melalui Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Dr. Wayan Mudita kepada VN secara terpisah Rabu (13/2) menegaskan sebagai mitra pemerintah, Undana sudah memiliki koneksi yang baik dengan sejumlah pihak termasuk Universitas Griffith Australia, sehingga Undana Kupang akan menyediakan pelatihan bahasa inggris bagi pemuda-pemuda NTT yang hendak diberangkatkan ke Australia.

“Undana punya koneksi yang banyak termasuk dengan Griffith, dan kita siap untuk memberikan pelatihan bahasa inggris selama dua bulan sebelum para pemuda kita diberangkatkan. Biayanya belum kita sepakati, tetapi alan segera kita diskusikan untuk tetapkan biaya yang pantas,” tegasnya.(mg-02/R-2)