Beras Bulog Hilang di Pasaran

berbagi di:
Tampak salah satu petugas berdiri diantara 18.00 ton beras yang tersedia di gudang Bulog, Kupang, Jumat (9/6).

 
Yawan Ati

Beberapa waktu terakhir, beras Bulog hilang dari pasaran terutama di pasar-pasar tradisional.

Matius Laimani, salah seorang warga Kupang, kepada VN di Pasar Kasih, Naikoten, 1, Kupang, Minggu (15/4) mengatakan, sudah dua minggu terakhir ia mencari beras Bulog di pasar-pasar di Kota Kupang, namun tidak ada.

“Di kios-kios langganan sudah tidak ada stok beras Bulog,” keluhnya.

Matius mengaku selama ini lebih sering mencari beras Bulog karena harganya relatif murah.

“Su dua minggu tidak ada. Saya terpaksa beli jagung dan masak campur dengan beras jenis lain untuk mengurangi kadar gulanya,” katanya.

Ripka Kase, warga lainnya yang ditemui VN saat hendak membeli beras di Pasar Kasih, juga mengakui bahwa stok beras Bulog suda tidak ditemui di pasar belakangan ini. Walaupun uangnya pas-pasan namun ia terpaksa membeli beras jenis lain.

“Kami petani biasanya cari yang lebih murah asal namanya beras tapi sekarang tidak ada beras Bulog,” keluhnya.

Warga asal Amarasi ini mengatakan lebih menyukai beras Bulog karena jika dimasak lebih mengembang dan lebih banyak dari beras jenis lainnya.

Pantaun VN di pasar-pasar di Kupang memang tidak ditemukan lagi beras Bulog dijual pedagang seperti beberapa bulan lalu. Bahkan di meja-meja di depan kios yang dipasangi spanduk dari Bulog Drive NTT bahwa ada operasi pasar di lokasi tersebut, juga tidak ada stok beras Bulog.

Samsul, pedagang beras di Pasar Kasih, kepada VN mengakui sudah sekitar sebulan terakhir beras Bulog kosong. Ia tidak tahu alasan pihak Bulog tidak menyalurkan beras Bulog ke Pasar Kasih Naikoten.

Hal yang sama diungkapkan Hamida, penjual lainnya. Dia juga mengaku sudah lama tidak menjual beras Bulog. Ia mengatakan memski beras Bulog kosong namun harga besar masih normal.

Terpantau, harga beras berkisar antara Rp 9.000 sampai Rp 12.000 per kilogram tergantung jenis beras.

Kepala Divre Bulog NTT Efdal Sulaiman yang dikonfirmasi, kemarin, menjelaskan saat ini pihaknya baru kembali mendata pedagang-pedagang maupun distributor di pasar-pasar tradisional untuk pendistribusian beras Bulog.

“Penjualan ke pasar-pasar hari ini sudah mulai didata kembali pedagang-pedagang maupun distributor untuk didrop besok pagi,” jelasnya.

Walau beberapa waktu belakangan ini operasi pasar (OP) di pasar-pasar tradisional sempat terhenti namun ia mengatakan bahwa selama ini pihaknya melakukan OP di Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di seluruh NTT.

Menurutnya, pihaknya selama ini juga telah mendistribusikan rastra (beras untuk keluarga prasejahtera) kepada masyarakat sehingga ia menjamin masyarakat masih memiliki persediaan beras.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya sebelumnya meminta Bulog agar OP tidak hanya dilakukan menjelang hari raya, namun dilakukan rutin agar harga beras stabil. Sebab, jika terjadi lonjakan harga, maka untuk menstabilkan kembali sangat sulit.

Dia juga meminta pihak Satgas Pangan untuk terus memantau pasar demi memberikan kenyaman dan keamanan kepada masyarakat akan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di pasar. (wan/D-1)