Bertemu Wakil Dubes Australia, VBL-JNS Fokus Memandirikan Masyarakat NTT

berbagi di:
Bertemu Wakil Dubes Australia, VBL-JNS Fokus Memandirikan Masyarakat NTT

Gubernur NTT Terpilih Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub Terpilih Josef Nae Soi berdialog santai dengan Wakil Duta Besar Australia Allestar Cox di OCD Cafe Pantai Lasiana, Kota Kupang, Selasa (14/8) malam. VBL-JNS didampingi Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore. Foto: Nahor Fatbanu/VN

 

 

 

Yes Balle

Calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT terpilih periode 2018-2023, Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi (VBL-JNS) melangsungkan pertemuan dengan Wakil Duta Besar Australia Allestar Cox di Pantai Lasiana, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Selasa (14/8) malam. Keduanya memastikan akan bekerja keras dan cerdas untuk memandirikan masyarakat NTT.

Selain VBL-JNS, hadir pula dalam pertemuan tersebut, Prof Daniel Kameo, Prof Willy Toisuta, dan Wali Kota Kupang Jefry Riwu Kore. Sementara Wakil Duta Besar Allestar Cox ditemani staf kedutaan Naomi Cook DFAT dan Lulu Wardhani Fitroh DFAT.

Pertemuan berlangsung dalam suasana yang hangat. Percakapan antara VBL dan Wadubes Cox berlangsung dalam suasana akrab diselingi guyonan khas VBL.
VBL menekankan tentang upayanya memandirikan masyarakat NTT lima tahun ke depan. Dia menegaskan bahwa masyarakat NTT tidak miskin, tapi selama ini dipimpin oleh pemimpin yang miskin. Miskin pengetahuan, miskin inovasi, dan miskin hati nurani.

Viktor memastikan selama lima tahun ke depan di masa kepemimpinannya bersama Josef A Nae Soi, keduanya akan bekerja keras dan cerdas demi memandirikan masyarakat NTT di semua sektor kehidupan.

Dia memberikan apresiasi positif kepada Pemerintah Australia yang selama ini memberikan bantuan kepada masyarakat NTT. Namun, tegasnya, berbagai bantuan itu hanya bersifat stimulan atau dorongan untuk masyarakat bangkit dan bergerak maju meraih kesejahteraan.

Selain bantuan dari negara lain, bantuan dari Pemerintah Pusat pun hanya berfungsi mendorong masyarakat menjadi mandiri. Masyarakat tidak boleh dikondisikan hidup bergantung dari bantuan tetapi harus mandiri.
Strong Leadership
Menyimak apa yang dikemukakan Cagub terpilih VBL, Wadubes Cox memberikan sambutan positif. Dia menyatakan strong leadership (kepemimpinan yang kuat) sangat penting di daerah.

Perkembangan politik hari ini, demikian Cox, menunjukkan bahwa Indonesia saat ini memiliki pemimpin-pemimpin yang kuat di daerah. Bukan hanya kuat secara politis tapi juga disegani sekaligus dicintai masyarakat yang dipimpin. Pemimpin seperti inilah, kata Cox, akan mampu memajukan Indonesia.

Selain kemandirian masyarakat NTT, kedua pemimpin tersebut juga membahas isu pembangunan di wilayah selatan dan upaya menanggulangi imigran gelap yang berasal dari Afghanistan. Para imigran gelap yang hendak ke Australia ini merupakan momok dan meninggalkan persoalan tersendiri bagi kedua negara, Indonesia maupun Australia.

Untuk itu, keduanya sepakat untuk terus merajut kerja sama yang lebih baik untuk mengatasi persoalan imigran gelap tersebut. Keduanya juga sepakat bahwa persoalan imigran gelap merupakan persoalan bersama yang harus dihadapi secara bersama-sama.
Buku Masuk Desa
Dalam pertemuan itu juga, Viktor menekankan soal pendidikan di NTT. Tantangannya adalah bagaimana menghasilkan generasi masa depan NTT yang berkualitas dengan tingkat dan kualitas pendidikan yang baik.

Viktor mengatakan buku dan guru merupakan faktor penting yang patut dibenahi. Buku harus masuk sampai di desa-desa. Selain itu, diperlkukan guru-guru yang tidak hanya mampu mentransfer ilmu dan pengetahuan tapi guru yang mampu menjadi suri teladan.

Merespons itu, Wadunes Cox mengatakan, Australia terus membantu Pemerintah Indonesia, khususnya NTT, melalui berbagai program di bidang pendidikan. Diharapkan, bantuan tersebut dapat memberikan dampak bagi upaya Pemerintah NTT membangkitkan kemandirian masyarakat NTT menuju kesejahteraan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Willy Toisuta mengatakan bahwa pihaknya saat ini terus membangun komunikasi dengan jaringannya di Australia yang akan memberikan pendampingan dalam upaya memandirikan pendidikan di NTT. Bahkan, kontak person dari Australia sudah berkunjung ke NTT dan siap melakukan kerja sama.

Pertemuan yang berlangsung kurang lebih satu setengah jam tersebut diakhiri dengan foto bersama. Saat itu, sudah disediakan hidangan khas NTT jagung bose dan ikan bakar sebagai santapan malam. Namun, karena masih ada janjian di tempat lain, Wadubes Cox dan rombongan meninggalkan Pantai Lasiana tanpa sempat mencicipi salah satu menu khas NTT itu. (yes/E-1)