Bos Pabrik Petasan Kosambi Terancam UU Perlindungan Anak

berbagi di:
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto: MTVN/Arga Sumantri.

 

 

Polisi membuka peluang menjerat tersangka ledakan pabrik mercon di Kosambi dengan undang-undang perlindungan anak. Sebab, pabrik milik PT Panca Buana Cahaya Sukses itu diduga mempekerjakan anak di bawah umur.

“Kami analisa kembali untuk kasus perlindungan anak. Kalau bukti-bukti yang lain cukup, nanti kami masukkan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (31/10).

Saat ini polisi masih menggali keterangan para pekerja pabrik yang di bawah umur. Polisi juga meminta keterangan orang tua guna mengetahui latar belakang anaknya bekerja di pabrik.

Argo mengatakan, kemungkinan banyak anak yang masih di bawah umur bekerja di pabrik. Bisa karena ikut orang tua, atau faktor kesulitan ekonomi. “Bisa untuk membantu orang tuanya menambah nafkah, kita masih penyelidikan,” kata Argo.

Dugaan PT Panca Buana Cahaya Sukses memperkerjakan anak-anak di bawah umur bukan isapan jempol. Sejumlah korban teridentifikasi masih di bawah umur.

Di anatara jenazah yang terdientifikasi, yakni Surnah 14, Nilawati 17, dan Unia, 14. Korban lain, bernama Siti Fatimah, yang meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang, baru berusia 15 tahun.

Polisi telah menetapkan tiga tersangka kasus ledakan pabrik mercon yang merenggut 50 nyawa, yakni bos pabrik Indra Liyono, Direktur Operasional Perusahaan Andria Hartanto, dan tukang las bernama Subarna Ega.

Indra dijerat Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian yang Menyebabkan Kematian dan Pasal 74 Juncto 183 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Sedangkan, Andria dan Subarga dijerat Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian yang Menyebabkan Kematian dan Pasal 188 KUHP tentang Kelalaian yang Menyebabkan Kebakaran.

 

Sumber: metrotvnews.com