BPBD Salurkan Bantuan Emergency bagi Warga Mauliru

berbagi di:
Kepala BPBD Sumba Timur Martina Djera (kedua dari kanan), memberikan bantuan emergency bagi salah satu dari 29 KK di Kelurahan Mauliru yang rumahnya diporak-poranda angin kencang, Selasa (9/1). Penyerahan bantuan dilaksanakan di kantor Kelurahan Mauliru, Rabu (10/1).

 

 
Frangky Johannis

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur telah menyerahkan bantuan darurat (emergency) kepada 29 kepala keluarga (KK) korban bencana angin kencang yang terjadi, Selasa (9/1), di Kelurahan Mauliru.

Kepala BPBD Sumba Timur Martina Djera yang dikonfirmasi di kantor Kelurahan Mauliru, Rabu (10/1) menjelaskan, ke-29 KK yang mendapat bantuan tersebut tersebar wilayah Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur.

“29 paket bantuan emergency tersebut diberikan kepada 29 KK yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana angin yang sudah diverifikasi oleh tim BPBD, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), dan aparat Kelurahan Mauliru,” katanya.

Martina menjelaskan, satu paket bantuan emergency tersebut terdiri dari 50 kilogram beras, dua dos mie instan, empat kaleng ikan siap saji, tiga kilogram gula pasir, dua kilogram kopi bubuk, dan dua liter minyak goreng.

Sementara terkait bantuan bahan bangunan untuk memperbaiki rumah warga yang rusak, kata Martina, masih akan melakukan verifikasi lapangan untuk menyesuaikan dengan kondisi kerusakan.

Ketika ditanya apakan ada laporan dari wilayah lain yang juga terkena dampak bencana angin kencang, kemarin, Martina katakan, memang ada informasi yang diposting di media sosial yang juga ditelepon oleh Wakil Ketua DPDR Sumba Timur Umbu Manggana bahwa salah satu kantor Desa Persiapan di Kecamatan Umalulu juga yang mengalami kerusakan. Namun, petugas BPBD belum melakukan verifikasi lapangan karena masih fokus di empat kelurahan di Kecamatan Kambera.

“Awalnya hanya kami siapkan 15 paket sesuai data verifikasi lapangan, kemarin. Namun, setelah ada informasi dari pihak Kelurahan Mauliru bahwa ada tambahan sekitar 14 rumah yang rusak yang luput dari pendataan dicek ke lapangan oleh petugas BPBD bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), tenyata benar adanya. Sehingga kami menambahkan 14 paket bantuan emergency lagi,” katanya.

Martina menambahkan, untuk pembagian bantuan emergency di Kelurahan Mauhau, Lambanapu, dan Wangga, akan dilaksanakan, Kamis (11/1), yakni untuk Mauhau dua KK, Lambanapu dua KK, dan Wangga empat KK.
Dua Gereja dan 37 Rumah
Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumba Timur Simon Petrus menjelaskan, hasil sementara verifikasi lapangan yang dilakukan pihaknya, kerusakan yang terjadi akibat hujan disertai angin kencang, Selasa (9/1), di empat kelurahan terdampak, yakni untuk Kelurahan Mauliru, ada 29 rumah warga dan gedung gereja GKS Mauliru. Di Kelurahan Mauhau, gedung gereja GKS Mauhau yang rusak akibat tumbangnya pohon asam dan juga dua rumah warga yang rusak tertimpa pohon kelapa yang tumbang. Di Keluruahan Lambanapu ada dua rumah warga yang rusak, dan di Kelurahan Wangga dua rumah dan dua dapur warga rusak terkena pohon tumbang.

“Ini data sementara yang telah diverifikasi oleh BPBD bersama FPRB. Sementara informasi atau laporan lainnya yang masuk akan kami verifisi lagi,” katanya. (enq/R-4)

Bantuan juga diberikan oleh LSM Wahana Visi Indonesia berupa 1 lembar terpal, 2 lembar tikar plastik, 2 lembar selimut, 2 lembar sarung. 1 selimut anak, sabun mandi dan sikat gigi. (bev/ol)