BPBD Siapkan Posko Pasca Insiden Keracunan di Desa Nulle

berbagi di:
Seorang bapak yang dua anaknya keracunan terpaksa menggendong salah seorang anaknya karena keterbatasan tempat tidur. Gambar diabadikan di salah satu sal di RSUD Soe, semalam. Foto: Mutiara Malahere/VN

Seorang bapak yang dua anaknya keracunan terpaksa menggendong salah seorang anaknya karena keterbatasan tempat tidur. Gambar diabadikan di salah satu sal di RSUD Soe, semalam. Foto: Mutiara Malahere/VN

 

 

Mutiara Malahere

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTS, Nusa Tenggara Timur telah menyiapkan bantuan dapur umum bagi warga yang terindikasi keracunan. Fasilitas dapur umum tersebut disiapkan Tim Tagana. Tagana juga menyiapkan kebutuhan lain bagi warga di posko gereja Tanah Merah dan para pasien yang jumlahnya telah membludak di Puskesmas Nulle usai keracunan yang mengakibatkan warga desa keracunan makanan.

Kepada VN Senin (7/1) malam, Kepala BPBD TTS Ady Tallo mengatakan pihaknya sedang berada di Puskesmas Nulle dan Posko Gereja Tanah Merah untuk memantau kondisi para pasien.

“Jumlah pasien di Puskesmas Nulle sebanyak 23 orang, sedangkan di Posko Gereja Tanah Merah sebanyak 7 orang dan semuanya telah mendapatkan tindakan medis cairan infus dan obat-obatan,” ungkap Ady.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan dokter yang menangani pasien dan diperoleh informasi bahwa dugaan sementara penyebab keracunan karena adanya virus yang menyebar dan menimbulkan gejala yang sama.

foto-hal-01-cover-080119-keracunan-massal-01-master

“Kesimpulan sementara bahwa para pasien mengalami gejala virus yang menyebar dan menimbulkan gejala yang sama dan petugas medis juga telah mengambil sampel darah para pasien untuk pemeriksaan lanjutan,” tambahnya.

Rencananya, untuk hari ini Selasa (8/1) akan ada pelayanan kesehatan di posko Gereja Tanah Merah sehingga semua pasien yang berada di Puskesmas Nulle akan digeser ke posko gereja guna mendapatkan pelayanan kesehatan umum.

“Kondisi ruangan di Puskesmas Nulle sangat tidak memungkinkan karena ruangan yang cukup sempit sehingga semua pasien keracunan akan digeser ke posko untuk mendapat tindakan pelayanan umum. Kami akan memantau perkembangan lanjutan pasien, sehingga apabila masih ada pasien yang belum sembuh maka akan dirujuk ke RSUD SoE,” ujarnya.

Ia meminta kepada warga setempat di Desa Nulle dan sekitarnya untuk mewaspadai penyebaran virus melalui makanan dan minuman, serta senantiasa menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. (tia/R-2)