Bupati Minta Aparat Kawal KPU dan Panwaslu Rote Ndao

berbagi di:
Lens HAning

Dikson Neolaka

Bupati Rote Ndao meminta aparat keamanan mengawal komisioner KPU dan panwaslu Rote Ndao agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Permintaan itu sebagai bagian dari antisipasi terhadap situasi Rote Ndao yang akhir-akhir ini kurang kondusif pascapilkada. Apalagi ada beberapa kali aksi demonstrasi oleh masyarakat dan mobil ketua Panwaslu dibakar orang tak dikenal.

“Saya sudah bersurat dan koordimasi dengan pihak keamanan dalam hal ini Polres Rote Ndao agar bisa melakukan pengamanan, terutama kepada komisioner KPUD dan Panwaslu Rote Ndao serta gedung pemerintah lainnya. Semua ini bertujuan memberikan kenyamanan dan pengamanan buat masyarakat dan pihak penyelenggara pemilu,” hal tersebut dikatakan Bupati Rote Ndao Leonard Haning ketika ditemui di kantornya, Rabu (11/7).

Menurut Haning, dalam berdemokrasi perbedaan pilihan itu hal hang wajar dan dalam penyampaian aspirasi lewat demostrasi hal yang sah dan diatur dalam undang-undang, namun ada juga rambu-rambunya, yaitu tidak boleh anarkis dan beretika.

“Terkait dengan situasi yang kurang kondusif, sampai adanya pembakaran, maka sebagai kepala wilayah, saya tidak mau masyarakat dengan masyarakat saling berbenturan dan juga dengan pihak penyelenggera. Saya mengambil langkah dengan meminta aparat keamanan untuk melakukan penjagaan dan pengamanan lebih ketat, terutama pada pihak penyelenggara, sebab semua persoalan yang saat ini terjadi diakibatkan masalah pilkada,” jelasnya.

Ia meminta masyarakat agar pilkada yang sudah selesai, siapapun yang terpilih itu adalah pilihan rakyat. Akan tetapi, kalau ada pihak yang merasa tidak puas, pakailah jalurnya, yaitu ke Mahkamah Konstitusi, jangan juga membuat aksi-aksi yang pada akhirnya rakyat juga yang dikorbankan. “Saya tidak mau rakyat menderita dan korban akibat kepentingan politik orang lain. Saya minta aparat keamanan agar bisa lebih intensif dalam meningkatkan pengaman,” tambahnya.

Kapolres Rote Ndao AKBP Mury Miranda kepada VN di sela-sela kegiatan Hut Bhayangkara di Mako Polres Rote Ndao mengatakan, soal pengamanan itu sudah menjadi kewajiban pihaknya. Untuk itu, dia meminta apabila masyarakat atau siapa saja merasa dirinya terancam, polisi pasti melakukan pengamanan.

Terkait dengan permintaan Bupati Rote Ndao agar komisioner KPU dan Panwaslu Rote Ndao ditingkatkan pengamanannya, dia mengaku pihaknya sudah melakukan pengamanan. “Saat ini dua lembaga penyelenggara tersebut yang selalu mendapat teror, baik itu ancaman pribadi bahkan kerahkan masa untuk melakukan demonstrasi.

“Sesuai data intelijen, situasi Rote Ndao saat ini kondusif, namun sesuai hasil pemantauan lapangan pengamanan tetap dilaksanakan. karena itu, anggota Brimob dari Polda NTT belum bisa ditarik dari Rote Ndao sampai benar-benar Rote Ndao sudah aman,” pungkasnya. (mg-16/C-1)