Bupati Niga Terus Pantau Posko Korban Tarung.

berbagi di:
Bupati Niga sedang memantau proses pengerjaan tempat tinggal sementara bagi korban kebakaran di Kampung Tarung, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (12/10). Foto: Frengky Keban/VN

Bupati Niga sedang memantau proses pengerjaan tempat tinggal sementara bagi korban kebakaran di Kampung Tarung, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (12/10). Foto: Frengky Keban/VN

 

Frengky Keban

Bupati Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur Agustinus Niga Dapawole kembali berkunjung dan memantau secara langsung posko peduli Kampung Tarung, Kamis (12/10).

Kampung Tarung yang berusia sekitar tiga abad tersebut ludes dilalap api Sabtu, 7 Oktober 2017 lalu. Akibatnya 28 rumah terbakar termasuk 2 rumah tanpa penghuni.

Hampir setiap hari Bupati Niga menyempatkan diri berkunjung posko bantuan di Pasar Lama Waikabubak, Kelurahan Wailiang, Kecamatan Kota Waikabubak.

Kepada VN, ia mengakui kehadirannya untuk memberi semangat bagi relawan dan masyarakat yang sedang membantu mengerjakan rumah penampungan bagi korban kebakaran sekaligus memantau kondisi ketersedian pangan di dapur umum sebelum para korban direlokasi.

“Kita belum tahu pasti kapan mereka berpindah karena mereka harus lakukan beberapa ritual sebelum pindah ke sini. Kepastian belum bisa kami sampaikan semua tergantung ritual adatnya. Kalau besok belum berarti lusa,” katanya.

Bupati Niga secara tegas mengatakan pihak pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu para korban.

Kondisi terkini Kampung Tarung, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (12/10). Foto: Frengky Keban/VN
Kondisi terkini Kampung Tarung, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (12/10). Foto: Frengky Keban/VN

Sementara itu, Analis Bencana Kementerian Sosial RI, Matius Djoko Santoso mengatakan peristiwa kebakaran yang menimpa Kampung Tarung telah menjadi perhatian pemerintah pusat.

Pihak kementrian juga telah memberikan bantuan makanan untuk para korban dan beberapa jaminan.

“Iya pasti menjadi perhatian karena hampir setiap harinya saya harus memberikan laporan ke dirjen maupun Ibu Menteri sebelum Ibu Menteri nantinya juga menyerahkan secara simbolis jaminan hidup bagi para korban,” tegasnya