Dana Ratusan Juta Masuk Rekening Pribadi, Jefry Un Jadi Tersangka

berbagi di:
ilustrasi dacing hukum

 

 

Anggota DPRD NTT, Jafry Un Banunaek dari Partai PKPI ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pembangunan Embung Mnelalete. Sebagian anggaran pembangunan dari total anggaran Rp 700an juta masuk ke rekening pribadi Jefry Un Banunaek.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, kasus dugaan korupsi pembangunan tersebut, Jefry Un Banunaek, Jemmi Un Banunaek, dan Thimotius Tapatab mengajukan praperadilan. Mereka tidak terima dengan penetapan tersangka tersebut.

“Padahal ada pembuktian, sehingga ketiganya ditetapkan sebagai tersangka,”ujar Kajari TTS, Fachrizal ketika diwawancarai VN, di ruang kerjanya, Jumat (8/2).

Menurutnya, pihak Kajari tidak asal menetapkan seseorang jadi tersangka. Penetapan tersangka jika ada pembuktian yang kuat. Terkait dengan gugatan tiga dari lima orang tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan embung Mnelalete itu hak mereka. Namun, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka karena ada buktinya.

“Penegak hukum tidak asal tetapkan sembarangan orang jadi tersangka. Seseorang atau oknum ditetapkan sebagai tersangka apabila benar-benar salah dan ada bukti kuat,” jelasnya.

Atas gugatan yang diajukan tiga tersangka selaku pemohon, kata Fahcrizal, Kajari TTS selaku termohon sudah siap untuk mengikuti setiap proses. Sebab ada bukti maka ketiga pemohon itu ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut.

Gugatan praperadilan yang diajukan teraangka Jefry Un Banunaek, Jemmi Un Banunaek dan Thimotius Tapatab sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Soe, belum ada putusan soal praperadilan tersebut.

“Kalau sudah ada putusan berarti kita sudah tahu siapa yang menang dab kalah. Pada intinya Kajari TTS ikuti semua proses peradilan yang diajukan ketiga tersangka ini,” ujarnya.

Kajari Fachrizal menjelaskan jika ada putusan sidang maka ada rizalah dari pengadilan atau majelis hakim, tetapi sejauh ini belum ada rizalah putusan sidang. Dari ketiga tersangka yang mengajukan praperadilan.
Kasi Intel Kajari TTS Mourest Kolobani, mengatakan ketiga tersangka ini mengajukan praperadilan, karena bagi mereka (tiga tersangka) penetapan tersangka tidak sah karena tidak didukung oleh dua alat bukti dan belum adanya perhitungan kerugian keuangan negara/daerah.

Sidang praperadilan akan dilanjutkan hari ini Senin (11/2). jadwal sidang hari ini adalah Replik atas jawaban pemohono dan duplik terhadap jawaban para pemohon.

Penetapan tersangka oleh Kajari TTS terkait kasus dugaan korupsi menetapkan lima orang tersangka. Kelima tersangka tersebut adalah Anggota DPRD NTT Jefry Un Banunaek bersama adiknya Jemmi Un Banunaek, Thimotius Tapatab, Yohanis Fanngidae, dan Samuel Anderias Nggebu.

Dari lima orang tersangka ini yang mengajukan praperadilan yakni tersanga dugaan korupsi Jefry Un Banunaek, Jemmi Un Banunaek, dan Thimotius Tapatab. (kon-02/E-1)