Dandim Alor Ingatkan Prajurit Jaga Nama Baik Kodam IX Udayana

berbagi di:
Komandan Kodim (Dandim) 1622/Alor Letkol Inf Daniel Budi Marwanto

 

 

Komandan Kodim (Dandim) 1622/Alor Letkol Inf Daniel Budi Marwanto mengingatkan para prajuritnya agar tetap menjaga nama baik kesatuanKodam IX/Udayana yang merayakan HUT ke-61, 27 Mei 2018. Peringatan ini disampaikan Letkol
Daniel dalam acara syukuran di Markas Kodim 1622/Alor, Senin (28/5) petang.

“Seluruh prajurit saya minta tetap mempertahankan dan meningkatkan semua keberhasilan yang sudah diraih dengan tetap mempedomani Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI sebagai rambu-rambu bagi kita dalam melaksanakan tugas. Tetap jaga nama baik Kodam IX/Udayana. Apalagi dihadapkandengan tugas kita dalam menghadapi Pilkada serentak 2018 dan pemilihan Presiden dan Legislatif tahun 2019,” tegas Letkol Daniel dalam rilis tertulis Kodim 1622 Alor yang diterima VN, Selasa (29/5).

Daniel mengatakan, perayaan HUT merupakan tradisi kesatuan untuk mengingatkan kembali dan menumbuhkan kembali nilai-nilai kejuangan, nilai-nilai penghormatan yang dilandasi dengan kecintaan kepada Kodam IX Udayana. Ia mengaku, dalam usia 61 tahun banyak tugas dan prestasi yang telah diemban.

“Dalam usia yang ke 61 tahun sudah banyak tugas dan tanggung jawab prestasi yang kita lakukan sampai pada usia 61 tahun ini, sudah pasti ada kontribusi prajurit di Kodam IX/Udayana ini,” katanya.
Prajurit Kodim 1622/Alor, lanjutnta, tentu sudah memberikan kontribusi positif, sehingga dapat memberikan prestasi dan semua tugas dapat berjalan dengan baik. Menurutnya, setiap prajurit punya tugas dan peran masing-masing.

“Jadi setiap prajurit punya kontribusi, punya peran. Tidak hanya unsur pimpinan tetapi semua prajurit yang berada dilapangan sebagai ujung tombak satuan seperti Babinsa yang kontribusinya sangat besar untuk keberhasilan tugas Kodam IX/Udayana,” ujarnya.

Dengan usia 61 tahun, lanjut Daniel, maka sudah dewasa dan dalam kedewasaan itu masyarakat menginginkan senantiasa dapat melangkah maju dan bertanggung jawab serta mampu menunjukkan prestasi yang baik dan positif bagi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ia meminta prajurit dalam melaksanakan tugas harus dengan penuh keikhlasan.

Sementara itu, Ustad Umar Idris dalam ceramah perayaan buka puasa bersama mengatakan, sebagai generasi penerus wajib mensyukuri apa yang sudah dilakukan oleh para pendahulu yang meletakan fondasi terbaik dan kokoh melalui Kodam IX/Udayana.

“Hal baik harus dipertahankan dan terus ditingkatkan, sehingga menjadi berguna bagi bangsa dan negara serta seluruh rakyat yang ada di Bali, NTB dan NTT ini,” kata Umar.
Umar mengatakan, melaksanakan ibadah puasa agar kita lebih mendekatkan diri kepada Allah SWA, agar dalam melaksanakan tugas sebagai prajurit di mana pun berada dan bertugas selalu melaksanakan puasa itu agar tidak hanya menuntut hak, namun kewajiban itu dijalankan dengan sebaik-baiknya.

“Puasa dilaksanakan di rumah, kantor dan dimana saja. Puasa itu bagi semua umat beragama. Di Kristen pun ada puasa, jadi puasa itu agar kita lebih dekat kepada Tuhan,” jelasnya.
Menjalankan ibadah puasa, intinya adalah pengendalian diri dan sebagai prajurit harus bisa mengendalikan diri dalam mengambil sikap tegas. Selain itu, bisa mengendalikan diri agar tidak salah dalam mengambil keputusan.

“Sebagai prajurit harus bisa melakukan hal-hal besar yang berguna bagi bangsa dan negara yang semakin carut-marut, prajurit harus tetap menjaga keutuhan NKRI,” tutupnya. (*/pol/C-1)