Danrem: Media Timor Leste Provokasi Keadaan Perbatasan

berbagi di:
Diskusi: Danrem 161/Wira Sakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa berdiskusi dengan anak buahnya sebelum melakukan perjalanan menggunakan helicopter ke perbatasan Timor Leste, belum lama ini.

Diskusi: Danrem 161/Wira Sakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa berdiskusi dengan anak buahnya sebelum melakukan perjalanan menggunakan helicopter ke perbatasan Timor Leste, belum lama ini.

Ryan Tapehen

Media Timor Leste dinilai melakukan provokasi dengan memberitakan bahwa keberadaan TNI di perbatasan dianggap telah melanggar tugas sebagai penjaga pengamanan perbatasan. Semestinya media Timor Leste bisa membedakan mana berita berdasarkan fakta dan mana berita yang berdasarkan opini, lebih menyedihkan lagi opini diplintir bernuansa provokasi.

Demikian dikatakan Danrem 161/Wira Sakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, Jumat (14/9).

Dalam rilis yang diterima VN, kemarin, berita yang dimuat di media Timor Leste sesuai pernyataan Komandan Unit Kepolisian Perbatasan (Unidade Policia Fronteira/UPF) Joao Belo dos Reis di aula CNE Caicoli, Dili, Rabu (12/9), bahwa terdapat dua kelompok Tentara Nasional Indonesia (TNI) diduga masuk di daerah Oelnasi, Dusun Haemnanu, Desa Abanu, Sub Distrik Pasabe, dan Naktuka, Desa Citrana, Sub Distrik Nitibe, Oecusse.

Kata Joao setelah UPF melihat situasi ini, UPF secara langsung melakukan intervensi dengan melakukan koordinasi dan diskusi dengan TNI. Setelah itu, pihak UPF langsung menyampaikan informasi kepada Kementerian Luar Negeri Timor Leste untuk berbicara secara diplomatis dengan mereka.

Menanggapi itu Danrem menegaskan bahwa seharusnya media Timor Leste tidak perlu melakukan pemberitaan provokatif dengan menyebarkan berita yang tidak benar atau diputarbalikkan faktanya.

“Media massa sebagai pusat informasi berperan penyedia dan penyampai informasi tentang berbagai macam peristiwa, kejadian, realitas dan banyak hal lain yang terjadi di tengah masyarakat dengan data/fakta atau kejadian yang benar dan orisinil,” jelas Danrem.

Lebih lanjut, semestinya media Timor Leste bisa membedakan mana berita berdasarkan fakta dan mana berita yang berdasarkan opini, lebih menyedihkan lagi opini diplintir bernuansa provokasi.

Ia menegaskan, fungsi media massa sangat mengutamakan kebenaran dan fakta, maka apabila terdapat aparat keamanan atau media cetak/surat kabar Timor Leste yang ingin mengeluarkan statemen, harus berdasarkan data dan fakta akurat, serta perlu banyak belajar untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan kapasitas kemampuannya.

“Bukannya menggiring atau menggoreng opini kemudian mengulang kembali berita lama/basi dengan isi yang sama untuk dimuat berulang-ulang di media,” cetusnya.

Danrem mengungkapkan, di setiap pergantian penugasan satgas pengamanan perbatasan RI-RDTL, selalu mendapat penekanan bahwa pasukan TNI harus dapat menjaga hubungan baik antara personel TNI dan personil UFP yang bertugas di
perbatasan.

“Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, prajurit TNI dan UPF selalu melakukan koordinasi, terkadang anggota TNI dalam melakukan tugas patroli perbatasan bertemu dengan personil UPF di lapangan, seperti ini tidak perlu diributkan karena hal itu juga dilakukan oleh UPF,” tegas Danrem.

Dia menegaskan agar media tidak melakukan upaya provokasi dengan selalu mengunduh berita secara berulang namun tidak didukung data dan fakta yang akurat. “Biarkan proses mekanisme perundingan damai yang sedang berjalan, diikuti dan dipantau perkembangannya, terlebih lagi Negara Timor Leste yang luasnya 15.410 km2 dan berpenduduk 1.324.094 jiwa dan negara Indonesia yang luas daratannya 1.919.440 km2 serta jumlah penduduknya sebanyak 262.000.000 jiwa keduanya mempunyai kedaulatan mutlak,” jeasnya.

Saat ini delegasi kedua negara sudah melakukan upaya positif dalam menjalankan perundingan damai maka ia meminta untuk tidak dinodai dengan provokasi media apalagi jika ada media yang mengunduh berita bohong atau hoax.

“Ambil hikmah dari setiap berita , jangan hanya berpikir untuk mendapatkan tiras atau oplah yang besar dengan mengesampingkan kepentingan kedamaian di kedua negara” harap Danrem 161/Wira Sakti. (mg-14/C-1)