Delapan Rumah di Sarai Ludes Dilalap Api

berbagi di:
Delapan Rumah di Sarai Ludes Dilalap Api

Inilah kondisi delapan rumah di Leowawa, Desa Ballu, Sarai yang rata tanah dilalap api. Hanya tersisa puing-puing bekas terbakar. Foto: Yulius Boni Geti/VN

 

 

Yulius Boni Geti

Delapan unit rumah milik lima kepala Keluarga di Leowawa, Desa Ballu, Kecamatam Raijua, Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) hangus terbakar, Nusa Tenggara Timur Minggu (29/7). Tidak ada korban jiwa, namun rumah beserta seluruh perabot di dalamnya ludes. Tidak ada barang yang bisa diselamatkan dari amukan api. Rumah pusaka nenek moyak atau disebut “Uma Ina Appu”, juga ludes terbakar.

Kepala keluarga (kk) yang menjadi korban kebakaran tersebut adalah Markus Duna Hina, Djublina Duna Hina, Persiana Ru’e Dima, Leonard Duna Hina, dan Veronika Piga Djawa.

Salah satu saksi mata Suprinus Padje mengatakan kebakaran terjadi pada siang hari dan hanya dalam waktu sekitar 15 menit rumah-rumah itu ludes terbakar.

Boy Soden membenarkan. Kebakaran berlangsung dalam tempo relatif singkat. Suhu udara yang panas, tiupan angin, serta material bangunan rumah yang mudah terbakar menyebabkan nyala api cepat merambat dan menghanguskan
delapan unit rumah tinggal tersebut. Tidak ada barang-barang dari dalam rumah yang bisa diselamatkan.

“Delapan rumah ludes terbakar rata tanah tadi siang, tidak ada barang yang bisa diselamatakan. Saya sampai di lokasi rumah sudah terbakar dan tidak tahu asal api dari mana,” katanya.

Beberapa saat setelah kejadian, kondisi kebakaran tersebut ramai diunggah di media sosial. Pemilik akun Facebook, Siprianus Padje mengupload foto dan video kebakaran tersebut.

“Delapan rumah rata dengan tanah dengam segala isinya karena terbakar api, hanya orangnya saja yang selamat,” tulis Siprianus di akun Facebooknya.

Sontak, keluarga korban yang berada di luar Sarai merespons kejadian tersebut.

Marsa Dipi Gapa, salah seorang keluarga korban yang ada di luar Sarai, dalam postingannya menyatakan sangat sedih dan terpukul karena tidak bisa berbuat apa-apa.

“Hanya bisa menangis mendengar dan melihat semua ini karena tidak bisa buat apa-apa. Berharap yang terbaik karena semua tidak punya apa-apa lagi saat ini karena tidak ada barang yang bisa diselamatkan,” ratap Marsa dalam status Facebooknya.

Di menjelaskan rumah yang terbakar itu, selain rumah tinggal, juga dapur dan rumah dimana tempat menyimpan barang pusaka nenek moyang. Dirinya juga tidak mengetahui secara pasti asal api yang menyebabkan kebakaran hebat tersebut.

“Yang terbakar itu ada rumah tinggal dan ada dapur serta rumah dimana tempat menyimpan pakaian adat. Tadi dari Pemda Sarai dan pihak kepolisian juga sudah hubungi saya tanya kejadian di Raijua,” katanya.

Hal yang sama disampaikan Intan Duna Hina melalui komentarnya atas postingan Suprianus Padje. Intan yang adalah keluarga korban kebakaran itu, menyatakan kesedihan mendalam karena saat kejadian ia sedang berada di Flores.

“Sedih dengar ini semua. Berikan kami ketabahan atas ujian yang sangat berat ini,. Ke mana kami harus minta tolong karena tidak ada lagi yang kami miliki. Semua sudah hangus terbakar. Tuhan tolong kami,” tulis Intan.

Banyak netizen yang menyatakan simpati mereka atas kejadian tersebut. Pemilik akun Dus Ndaumanu, misalnya, berharap agar Pemkab Sarai segera membantu para korban kebakaran. Sebab, seluruh harta mereka, termasuk makanan dan juga pakaian, ludes terbakar. (yul/C-1)