Desa Rateroru dan Jegarangga Jadi Desa Migran Produktif

berbagi di:
Inilah suasana pembekalan peserta pelatihan wirausaha tenaga kerja mandiri di Desa Rateroru, Kecamatan Detusoko, kemarin. Foto: Son Bara/VN

Inilah suasana pembekalan peserta pelatihan wirausaha tenaga kerja mandiri di Desa Rateroru, Kecamatan Detusoko, kemarin. Foto: Son Bara/VN

 
Son Bara
Desa Rateroru, Kecamatan Detusoko dan Desa Jegarangga, Kecamatan Nangapenda di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur terpilih menjadi Desa Migran Produktif (Desmigratif) tahun 2018. Program ini berasal dari Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk mendukung pembangunan di desa yang menjadi kantong tenaga kerja Indonesia (TKI).

Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Yoseva Dewi kepada wartawan Kamis (6/9) mengatakan Kabupaten Ende mengusulkan lima desa, namun hanya dua desa yang lolos.

Kedua desa ini terpilih karena jumlah TKI asal desa ini cukup tinggi.

“Pada tahun 2017 lalu ada dua desa, yakni Desa Ranggatalo dan Desa Uzuramba Barat dan tahun ini Desa Rateroru dan Jegarangga. Setiap tahun kita mendapatkan jatah sebanyak dua desa,” katanya.

Mneurutnya, program ini mengusung empat pilar atau program di desa yakni layanan migrasi, usaha produktif, komuniti parenting, dan koperasi desmigratif. Program usaha produktif itu meliputi pelatihan keterampilan kepada masyarakat untuk meningkatkan usaha kecilnya dengan potensi yang dimiliki dan didukung oleh koperasi Desmigratif atau lembaga keuangan yang ada di desa.

Sementara program komuniti parenting yakni mengurus anak-anak sekolah TKI yang dititipkan di keluarga agar kembali ke sekolah.

“Program ini mengusung empat program atau empat pilar untuk mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di desa,” katanya.

Pelatihan keterampilan masyarakat akan disesuaikan dengan karatkteristik dan potensi desa. Masyarakat di Desa Rateroru diarahkan untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar dan ternak babi sementara warga Desa Jegarangga diberikan pelatihan ternak sapi dan kambing.

Kepala Desa Rateroru, Kecamatan Detusoko Kamilus Du mengatakan program ini sangat membantu masyrakat untuk meningkatkan ekonomi dan mengurangi serta mencegah keberangkatan masyarakat menjadi TKI di luar negeri.

Sesuai data, sudah ada 67 warga desa yang menjadi TKI di negri orang. Sebagian besar merupakan TKI ilegal meski ada pula yang legal.

“Terima kasih untuk Kementerian Ketenagakerjaan RI yang telah memilih Desa Rateroru menjadi salah satu desa migran produktif dan mendapatkan program ini. Program ini dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan ekonomi di desa,” katanya. (bev/ol)