Dewan mulai Soroti Pembangunan Plaza Perizinan

berbagi di:
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belu Theodorus Frederikus Seran Tefa

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belu Theodorus Frederikus Seran Tefa

 
Mans Nahak

DPRD Kabupaten Belu mulai menyoroti pembangunan gedung Plaza Perizinan yang dibangun di lokasi kantor Bupati lama yang terletak di Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Kota Atambua, Kecamatan Kota.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belu Theodorus Frederikus Seran Tefa kepada wartawan di Atambua, Rabu (18/7) siang mengatakan, belum mendapat laporan pemerintah terkait pembangunan Plaza Perizinan yang menelan anggaran kurang lebih sebesar Rp 3 miliar lebih.

Ia mengatakan, komisi belum mengetahui pembangunan plaza tersebut. Pihaknya masih menunggu laporan pemerintah soal perencanaan dan pelaksanaan pekerjaaan bangunan yang bakal merusak citra bangunan kantor bupati lama yang dibangun sejak Kabupaten Belu didirikan pada 1958. Kalau anggaran bersumber dari APBD, maka perlu dilihat dalam penjabarannya secara detail dalam APBD Perubahan.
“Nanti kita lihat, karena sampai sekarang belum ada laporan,” tandas Theodorus, anggota Dewan asal Fraksi Golkar. Soal lokasi yang diatasnya terdapat bangunan kantor bupati lama, Theodorus menganjurkan agar pembangunan Plaza Perizinan tidak boleh merusak citra arsitektur gedung. Karena, bangunan lama kantor bupati menyimpan nilai sejarah berdirinya Kabupaten Belu.

Terpisah, anggota Dewan Fraksi NasDem Anton Soares menolak jika sumber dananya tidak jelas. Prinsipnya, sumber dana harus jelas, sehingga tidak menjadi temuan.

Menurutnya, NasDem bisa menerima jika anggaran pekerjaan bangunan berasal dari pusat. Karena, fraksi belum mendapatkan laporan pemerintah. Selanjutnya, sangat disayangkan jika pekerjaan pembangunan dapat menghilangkan arsitektur bangunan lama kantor bupati lama. Ditegaskannya, bangunan lama kantor bupati merupakan peninggalan sejarah yang mestinya dipugar. Data dan informasi yang dihimpun, kemarin menyebutkan pembangunan Plaza Perizinan mulai dibangun awal bulan ini. Lokasi pembangunan tepat persis bangunan lama kantor bupati yang bersebelahan dengan Lapangan Umum Atambua, tepatnya Simpang Lima, Toko Alam Subur Atambua. Pembangunan Plaza Pelayanan Publik menelan anggaran Rp 3.493.295.000, bersumber Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Belu dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ferry Luan Laka, ASN yang bekerja pada Badan Perijinan Terpadu Satu Atap Kabupaten Belu. Pekerjaan sudah dilakukan setelah melewati tahap pelelangan yang dimenangkan PT Sarana Timor Konstruksi.

Masa pengerjaan berlangsung selama enam bulan terhitung Juli. Plaza Perizinan tersebut akan dilengkapi dengan taman bermain anak-anak. Tujuannya, mempermudah pelayanan publik terkait izin secara satu atap dengan sistem online. (man/R-4)