Dinas LHK Analisis Volume Sampah

berbagi di:
Obed Kadji

Obed Kadji

 

 

Rencana Pengembangan teknologi inovatif Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kota Kupang masih dalam tahapan analisis volume sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Obed Kadji belum lama ini mengatakan, dalam penerapan teknologi PLTSa tersebut sampah yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak.

“Mereka minta jumlah sampah yang akan dipakai untuk PLTSa per hari 100 sampai 200 ton,” ujarnya.

Obed mengatakan, agar program PLTSa terlaksana, pihaknya harus memiliki data akurat mengenai volume sampah yang dihasilkan. Sejauh ini, produksi sampah belum stabil. Misalnya di daerah Oesapa volume cukup besar,namun di wilayah lain seperti Strat A hingga Stadion Merdeka produksi sampahnya kecil.

“Jadi atau tidak keputusan ada di Pak Wali Kota. Karena penerapan PLTSa bersama pemerintah kota hanya berupa kesepakatan biasa, karena mereka nantinya akan lakukan tender bersama PLN sistim bagi hasil seperti apa yakni bagi hasil dari PLN atau dari mereka,” katanya.

Rencana PLTsa merupakan tawaran alternatif dalam mengatasi masalah sampah di tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Ada rencana kerja sama dalam pengembangan investasi energi terbarukan yakni PLTSa, tapi itu kita mesti mengkajinya terlebih dahulu,” kata Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore kepada wartawan.

Selain kajian, hal ini kata Jefri, perlu dib membicarakan hal ini bersama DPRD Kota Kupang. (mi/S-1)