Dinkes dan Polisi Masih Analisa Penyebab Keracunan

berbagi di:
Sejumlah pasien korban keracunan masih menjalani perawatan medis di Posko Penanggulangan Gereja Bet'el, Desa Nule, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS, Selasa (8/1). Foto: Mutiara Malahere/VN

Sejumlah pasien korban keracunan masih menjalani perawatan medis di Posko Penanggulangan Gereja Bet’el, Desa Nule, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS, Selasa (8/1). Foto: Mutiara Malahere/VN

 

Mutiara Malahere

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS dr. Eirene Ate melalui Kabid P2P, dr. Mathilda Kase mengatakan, pihaknya telah melakukan analisis untuk memastikan penyebab warga Nule mengalami demam, mencret da muntah-muntah.

Pihaknya telah mendatangi lokasi acara Natal bersama di rumah Agusto de Araujo di Desa Nule, Kecamatan Amanuban Barat namun tidak menemukan sisa makanan yang dimakan saat acara tersebut.

“Kami tidak mendapatkan sampel makanan sehingga kami melakukan analisis gejala dari para korban yang dirawat pada RSUD Soe, Puskesmas Nule dan Posko Penanggulangan, sehingga dapat mengetahui pasti penyebab keracunan, termasuk bakteri atau rotavirus yang menyebabkan gejala yang menimpa warga,” jelas Mathilda.

Ia menilai kejadian ini masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga tim medis masih melakukan analisis kasus untuk penyelidikan epidemologi dan mengetahui jenis penyakit.

Berdasarkan data Dinkes TTS, hingga Selasa (8/1), jumlah keseluruhan warga yang keracunan sebanyak 64 orang dengan perincian 29 orang dirawat di RSUD Soe, 26 pasien dirawat di Puskesmas Nule dan sembilan pasien dirawat di posko.

Terpisah, Direktur RSUD Soe, dr. Ria Tahun mengatakan, pada Senin malam jumlah pasien yang diduga keracunan makanan yang dirawat di RSUD Soe sebanyak 39 orang. Dari jumlah tersebut, satu pasien sudah diizinkan pulang karena sudah membaik sedangkan sembilan orang dipindahkan ke posko karena kapasitas RSUD Soe tidak mencukupi.

Jadi, lanjutnya, yang masih dirawat di RSUD Soe sebanyak 29 pasien dengan rincian, empat orang dirawat di UGD dan sisanya dirawat di ruang rawat inap. Kebanyakan pasien mengalami dehidrasi sehingga diberikan cairan infus.

“Kondisi para pasien terpantau semakin membaik, namun masih ada dua pasien yang diare, dan masih mendapat penanganan medis. Kami berharap beberapa hari ke depan kondisi mereka membaik,” ujarnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Jamari mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki kasus gejala keracunan massal yang menimpa warga Nule.

“Kami masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab keracunan dan saat ini pihak medis masih melakukan uji laboratorium terhadap sampel fases dari para korban, sehingga kami pun masih menunggu hasilnya,” ungkap jamari. (tia/S-1)