Dinkes Kupang Siap Eksekusi Dana Tugas Pembantuan

berbagi di:
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang dokter I Wayan Ari Wijana S Putra

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang dokter I Wayan Ari Wijana S Putra

 

 

Yes Balle

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang sudah menyiapkan program dan kegiatan dalam rangka memanfaatkan dana Tugas Pembantuan (TP) yang akan diberikan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang dokter I Wayan Ari Wijana S Putra yang dihubungi di Kupang, Rabu (10/10) mengatakan, sampai saat ini Dinkes Kota Kupang hanya menyiapkan draf rencana program dan kegiatan yang danannya bersumber dari dana tugas pembantuan sesuai alokasi anggaran yang diberikan ke Pemkot Kupang.

“Prinsipnya, kami hanya siapkan program dan kegiatan yang tentunya dikonsultasikan dengan Kementerian Kesehatan, karena dana tugas pembantuan tersebut merupakan salah satu sumber pendapatan yang pengelolaannya memiliki tata cara dan mekanisme tersendiri,” kata dokter Ari.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man mengatakan, dalam tahun anggaran 2018 ini Pemkot Kupang mendapat dana tugas pembantuan dari Kementerian Kesehatan sebesar Rp 170 miliar dari target Rp 140 miliar. Dana ini sementara dalam bentuk draf dan masih menuggu Surat Keputusan (SK) untuk direalisasikan.

Herman Man menjelaskan, dana tersebut bersumber dari Kementerian Kesehatan yang diberikan kepada Pemerintah Kota Kupang, sebagai satu kesatuan Negara Republik Indonesia, untuk membantu membangun fasilitas dan sarana prasaran kesehatan atau rumah sakit.

Dana ini, kata Herman Man, akan dialokasikan untuk pembangunan rumah sakit Rp 112 Miliar dan pembangunan empat puskesmas baru juga pengadaan mobil khusus untuk melayani pasien jantung. Dana ini segera direalisasikan dalam waktu dekat dengan masa waktu pemanfaatannya hingga bulan Maret tahun depan.

Dia menjelaskan, anggaran untuk RSUD SK Lerik akan digunakan Rp 93 miliar untuk pembangunan gedung rumah sakit, Rp 23 miliar peralatan medis dan Rp 1,5 miliar untuk mobil ambulance khusus melayani pasien penyakit jantung. Dana ini bermanfaat terutama bagi masyarakat Kota Kupang, untuk meningkatkan semua fasilitas dan sarana prasarana penunjang pelayanan kesehatan yang ada sekarang.

“Jadi rumah sakit Kota Kupang akan menjadi alternatif bagi masyarakat selain Rumah RSUD Johannes. Agar pasien tidak menumpuk. Juga menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat Kota Kupang,” kata Hermanus Man.

Menurut Hermanus Man, dana ini hanya untuk pembangunan fisik, sehinggaa fokus untuk pembangunan semua fasilitas kesehatan. Jadi, ke depan semua puskesmas yang ada akan dijadikan sebagai puskesmas rawat inap minimal 10 tempat tidur, sehingga bisa menangani pasien-pasien dengan kondisi yang tidak parah.

“Jika memang nantinya membutuhkan tenaga dokter spesialis, maka akan diupayakan, sehingga pelayanan kesehatan di Kota Kupang ini benar-benar berkualitas, rumah sakit juga harus berkualitas untuk melayani masyarakat,” kata Hermanus Man. (yes/S-1)