Direktur RSUD WZ Johannes dicopot

berbagi di:
Wagub NTT Josef Nae Soi berdialog dengan warga di loket pendaftaran pasien RSUD WZ Johannes, Kupang kemarin pagi. Wagub sempat marah karena ada warga yang mengantre sejak pukul 05.00 Wita tapi belum dilayani hingga pukul 08.00 Wita. Fpoto: Nahor Fatbanu/VN

Wagub NTT Josef Nae Soi berdialog dengan warga di loket pendaftaran pasien RSUD WZ Johannes, Kupang kemarin pagi. Wagub sempat marah karena ada warga yang mengantre sejak pukul 05.00 Wita tapi belum dilayani hingga pukul 08.00 Wita. Fpoto: Nahor Fatbanu/VN

 

 

Puncak kekesalan terhadap masalah yang berulang tahun di RSUD WZ Johannes Kupang yakni rumah sakit tersebut sering berhutang obat akhirnya membuat Pemprov NTT bersikap tegas terhadap manajemen rumah sakit tersebut dengan mencopot drg Dominikus Minggu Mere dari posisinya sebagai direktur sehingga dirinya bisa fokus sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Hal ini ditegaskan Wakil Gubernur NTT Josef A Nae Soi usai melakukan sidak di rumah sakit tersebut, Jumat (11/1).

Ia menegaskan, akhir bulan Januari 2019 RSUD WZ Johanes Kupang sudah memiliki direktur definitif. “Tunggu dua minggu lagi ya, kita Plt hanya dua minggu. Jadi menunggu akhir bulan sudah pasti ada direktur definitif. Mulai Senin saya selaku Wakil Gubernur NTT akan mulai melakuakn seleksi calon direktur di RSUD WZ Johanes Kupang. Kurang lebih dua minggu proses seleksi direktur defenitif rumah sakit tersebut,” ungkapnya.

Menurut JNS, selaku pimpinan dirinya sangat kecewa dan marah dengan managemen rumah sakit. “Saya minta harus segera dibenahi. Memang RSUD WZ Johannes Kupang harus dibenahi mulai dari sistemnya Standar Operasional Prosedur (SOP), terlebih setiap personalia yang ada di rumah sakit tersebut.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD NTT Jimmy Sianto yang diwawancarai secara terpisah mengatakan, ini masalah hutang obat yang telah berulang tahun dan dirinya melihat manajemen RSUD WZ Johannes Kupang tidak fokus. Apalagi direktur rumah sakit tersebut plt yang juga memgemban tugas sebagai Kepala Dinas Kesehatan NTT.

“Saya sudah sampaikan kepada pemerintah, baik itu Sekda NTT Ben Polo Maing maupun langsung ke Pak Wakil Gubernur NTT Josef A Nae Soi untuk bisa membenahi manajemen RSUD WZ Johanes Kupang yang sering bermasalah,” ujar Jimmy.
Lanjutnya, tidak bisa dipungkiri sejak Direktur RSUD WZ Johannes Kupang drg Dominikus Minggu Mere dilantik menjadi Kepala Dinas Kesehatan NTT, konsentrasi direktur menjadi terbagi.

“Kita sudah bicara dan Pak Wagub juga sudah sampaikan ke saya selaku Ketua Komisi V DPRD NTT bahwa akan diselesaikan persoalan yang melilit rumah sakit itu dalam minggu ini,” jelas Jimmy.

Jimmy menegaskan ia dan Wakil Gubernur NTT Josef A Nae Soi telah berdiskusi tentang kunjungan Komisi V DPRD NTT dan juga sidak yang dilakukan Pak Wagub tadi pagi. “Kemudian pada kesimpulan antara saya dan Wagub JNS bahwa manajemen rumah sakit tersebut harus dibenahi secara total dan Pak Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi berjanji ke Ketua Komisi V DPRD NTT Jimmy Sianto bahwa dalam minggu ini, akan menyelesaikan persoalan itu. “Karena itu, Komisi V DPRD NTT menunggu langkah tegas dari Pemerintah Provinsi NTT untuk membenahi rumah sakit tersebut secara keseluruhan,” pungkas Jimmy. (mg-01)