Dispar NTT TargetTiga Juta Kunjungan Wisatawan

berbagi di:
img20181115130450

 

Putra Balimula

Dinas Pariwisata menargetkan tiga juta kunjungan wisatawan ke Nusa Tenggara Timur thaun 2019.

Kepala Dinas Pariwisata NTT, Marius Jelamu dalam diskusi terbuka bersama wartawan di ruang rapat Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Senin kemarin (26/11) mengatakan target tersebut ditentukan langsung Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. Ia berharap media bisa membantu memberikan informasi terkait pariwisata di NTT sehingga animo masyarakat soal pariwisata dan berwisata ke NTT meningkat.

“Pemerintah tidak bisa sendiri berupaya memenuhi target itu. Tentu ini juga harus didukung oleh berbagai pihak yakni tiap-tiap perangkat daerah dan termasuk media yang notabene sebagai ujung tombak informasi,” katanya.

Dinas Pariwisata NTT, kata Marius, sedang mencanangkan APBD Perubahan. Anggaran akan digunakan untuk memperbaharui tempat wisata di Kabupaten Kupang, TTS, dan Sabu Raijua serta membenahi 45 obyek wisata unggulan lainnya. Dinas Pariwisata juga akan bekerjasama dengan pihak lain untuk menghubungkan semua kota wisata agar mudah diakses wisatawan dalam sekali berangkat.

“Misalnya, wisatawan yang dari Kupang ke Sumba lalu mau ke Alor, tidak perlu lagi dia harus kembali ke Kupang dulu baru terbang lagi ke Alor.” jelasnya.

Progam yang dinamakan Ring of Beauty atau menyatukan tiap destinasi antar kota wisata secara sirkular ini direncanakan untuk mempermudah wisatawan mengunjungi semua objek wisata di NTT dengan lebih nyaman dan efisien waktu. Ia pun yakin program ini nantinya mampu mendongkrak perekonomian NTT.

“Pariwisata bisa jadi lokomotif ekonomi, bukan hanya sektor pertanian saja. Dalam hal ini bila Ring of Beauty berhasil maka saya yakin sektor pariwisata dapat menjadi pembangkit ekonomi NTT dan mengentaskan kemiskinan sampai 8 atau 10 persen,” tegas Marius.

Ia berharap pemerintah daerah proaktif dalam membangkitkan potensi pariwisata setempat bersama program Dinas Pariwisata Provinsi NTT.

“Sekali lagi kami tidak dapat bekerja sendiri. Program yang hebat sekalipun apabila tidak dilanjuttkan dengan inovasi dan kreativitas tiap-tiap perangkat daerah maka akan percuma.” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama Dinas Pariwisata mengajak wartawan untuk terlibat dalam lomba yang sedang diselenggarakan pihaknya. Gideon Sooai, selaku juri dan penanggung jawab lomba blog dan vlog dari Dinas Pariwisata Provinsi NTT mengatakan kegiatan ini adalah salah satu bentuk promosi pariwisata NTT.

Gideon berharap dengan keterlibatan awak media yang tentunya telah memiliki pengalaman dalam dunia literasi dapat memberikan dampak lebih luas lewat lomba dimaksud.

“Saya rasa teman-teman media tentu lebih tahu cara mengemas informasi agar orang lain dapat tertarik dengan pariwisata yang kita miliki. Lewat lomba ini kita dapat mempersuasi banyak orang agar tingkat kunjungan makin bertambah,” kata Gideon. (bev/ol)