Ditpolair Polda NTT dan BBKSDA Lepaskan 9 Ekor Penyu Hijau

berbagi di:
Seorang penyidik dari Polda NTT sedang memperhatikan kondisi penyu hijau sebelum dilepas kembali ke laut,. Foto: Nahor Fatbanu/VN

Kapolda NTT Irjen Pol Agung Sabar Santoso melepaskan penyu hijau, Kamis (30/11). Foto : Nahor Fatbanu/VN

 

 

Mutiara Malahere

Direktorat Polairud Polda NTT bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT, Kejaksaan Tinggi NTT, Balai Konservasi Perairan NTT melepaskan sembilan ekor penyu hijau yang berhasil diamankan dari tangan pemburu penyu.

Pelepasan sembilan ekor penyu hijau tersebut berlangsung di Dermaga Mako Ditpolair, Kamis (30/11) sekitar pukul 10.00 Wita.

Pantauan VN satu per satu ekor penyu hijau dilepaskan ke laut setelah dipindahkan dari atas truk ke dermaga Mako.

Direktur Polair Kombes Pol Budi Santoso mengatakan sembilan ekor penyu dilepaskan kembali ke habitatnya agar kelestariannya tetap terpelihara.

“Kami telah bersepakat untuk melepaskan 9 ekor penyu dan proses penanganan perkara terhadap dua orang tersangkanya masih dalam proses penyidikan. Dalam waktu dekat penyidik akan melimpahkan berkasnya ke kejaksaan,” jelas Budi.

Kepala Tata Usaha BBKSDA NTT Hans Niko Sinaga mengatakan pelepasan penyu ini sesuai dengan ketentuan UU Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi SDA dan Ekosistem termasuk keanekaragaman hayati salah satunya kelestarian penyu hijau.

“Kami mengutamakan kelestarian sumber daya alam hayati termasuk memberikan perlindungan penuh terhadap satwa langka yang dilindungi seperti penyu hijau dan jenis hewan lainnya,” ungkap Sinaga.

Sinaga mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan kerjasama dengan semua pihak untuk bersama menjaga kelestarian ekosistem dan sumber daya alam di wilayah NTT.

Kapolda NTT Irjen Pol Agung Sabar Santoso meminta agar kepolisian senantiasa berkoordinasi dengan mitra terkait penanganan kasus pemburu penyu dan memberi tindakan tegas sehingga menimbulkan efek jera.

Pihaknya juga meminta kepolisian bersama stakeholder terkait meningkatkan kerjasama dalam melakukan pengawasan melalui patroli laut bersama sehingga semuanya saling menjaga keberlangsungan kelestarian sumber daya alam hayati di wilayah Perairan NTT.

“Apabila semua masyarakat NTT peduli dan tetap menjaga dan melestarikan kekayaan perairan NTT maka akan menjadi warisan yang tak ternilai bagi anak cucu, serta mendatangkan nilai ekonomis dalam bidang pariwisata NTT,” pinta Sabar Santoso. (bev/ol)