DJP NTT-Undana Kerja Sama Bentuk Tax Center

berbagi di:
foto-hal-09-mou-djp-dan-undana-edisi-280219

Penandatanganan MoU antara Kanwil DJP Nusa Tenggara, Tri Bowo (kiri kedua) dengan Wakil Rektor III Undana, Siprianus Suban (tengah) disaksikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana serta direksi kantor DJP NTT di Kupang, kemarin. Foto: Putra Bali Mula/VN

 
Putra Bali Mula
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perpajakan Nusa Tenggara melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding atau MoU pembentukan Tax Center dengan Universitas Nusa Cendana Kupang atau Undana dalam rangka peningkatan pengetahuan terkait sadar pajak di jenjang universitas.

Penandatanganan kerja sama pembentukan Tax Center tersebut dilakukan pada Rabu (27/2) siang di Palazio Ballroom Hotel Aston pukul 14.00 Wita. Proses penandatanganan tersebut dilakukan oleh Tri Bowo selaku Kepala Kantor Wilayah DJP Nusa Tenggara, Dr. Siprianus Suban Garak selaku Wakil Rektor III Universitas Nusa Cendana, Dr. Oktovianus Nawa Pau selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana, dan Moch Luqman Hakim selaku Kepala KPP Pratama Kupang.

Penandatanganan MoU antara Kanwil DJP Nusa Tenggara bersama Undana ini dilakukan mengingat pentingnya kontribusi pendapatan perpajakan sebesar 82 persen di mana keseluruhan penerimaan pajak berperan dalam menopang APBN. Maka Kanwil DJP Nusa Tenggara atas kerja sama dengan Universitas Nusa Cendana akan melakukan diseminasi perpajakan serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang hak dan kewajiban perpajakan.

Dalam sambutannya, Tri Wibowo menyebut bahwa dalam pemmbentukan Tax Center ini, Universitas Nusa Cendana Kupang dalam hal ini Fakultas Ekonomi dan Bisnis diharapkan menjadi partner atau mitra kerja Direktorat Jenderal Pajak untuk membentuk masyarakat yang sadar pajak melalui penanaman karakter melalui pendidikan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III Undana, Siprianus Suban menyampaikan rasa terima kasih dan kesiapan pihaknya dalam mewujudkan misi tersebut.

“Terimakasih sudah memilih Undana sebagai partner kerja untuk menyadarkan masyarakat kita supaya lebih taat pajak. Jadi dosen-dosen kami, mahasiswa kami, apabila dibutuhkan terkait pajak maka kami siap membantu,” ungkapnya.

Selain itu, ia pun mengakui bahwa informasi mengenai pajak serta persoalannya memang minim diketahui dan diakses, sehingga diharapkan dengan kerja sama ini pihak Undana sebagai lembaga pendidikan dapat membantu mengedukasi hal tersebut.

“Memang pengetahuan kami soal pajak sangat kurang sehingga diharapkan dengan adanya kerja sama seperti ini bisa memberikan pengetahuan secara praktek karena selama ini yang kita terima lebih banyak adalah teorinya saja.
Dalam perkembangan kurikulum kita memang membutuhkan hal-hal seperti ini, terlalu banyak teori tapi tidak pernah melibatkan praktisi biasanya setelah tamat banyak hal tidak dimengerti,” ungkapnya.

Sementara itu, kepada wartawan Tri Bowo menyebutkan bahwa program Tax Center ini sudah dilakukan diberbagai universitas di seluruh Indonesia. Tax center dimaksud adalah tempat untuk mendapatkan informasi soal perpajakan agar sejak di bangku kuliah para mahasiswa dapat mengakses informasi-informasi tersebut yang nantinya digunakan sebagai pengetahuan sebelum terjun ke dunia kerja.

“Ini program Tax Center se-Indonesia, awalnya di Jakarta, NTB pun sudah, sekarang di NTT. Khususnya kepada dosen dan mahasiswa. Dosen sebagai pengajar berhak memberikan pengetahuan perpajakan kepada mahasiswanya, sementara mahasiswa akhirnya akan bekerja dan tentunya akan bersinggungan dengan pajak,” jelasnya.

Tri menambahkan, tingkat kesadaran masyarakat akan pajak cukup membaik sehingga untuk mendorongnya lagi maka program ini dinilai perlu dilakukan.

“Kesadaran akan pajak itu dinilai dari tingkat kepatuhan akan pajak, nah di kita tingkat kepatuhan saat ini 70 persen,” tambah Tri kembali.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana, Oktovianus Nawa Pau menerima dengan baik program kerja sama tersebut. Ia menilai bahwa dalam edukasi persoalan perpajakan di lembaga pendidikan memang perlu melibatkan langsung para praktisi perpajakan. Selain Tax Center, ia berharap ke depannya ada keterlibatan dari para praktisi ataupun stakeholder dalam perkuliahan. Selain itu, mahasiswa dapat melakukan praktek di kantor pajak. (mg-06/E-1)