Dorong Penerbangan Langsung ke NTT

berbagi di:
Kadis Pariwisata NTT, Marius A. Jelamu.

Kadis Pariwisata NTT, Marius A. Jelamu.

 
Jumal Hauteas

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu kepada VN, Senin (11/2) mengatakan salah satu cara mewujudkan NTT sebagai destinasi wisata dunia yang baru yakni membuka penerbangan internasional langsung ke NTT. Penerbangan bisa melalui Bandara Udara Internasional El Tari Kupang, Bandara Komodo di Labuan Bajo-Manggarai Barat dan Bandara Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya. Jumlah wisatawan mancanegara bisa meningkat.

“Wisatawan itu sama juga dengan kita, kalau terbang dan transitnya terlalu banyak, kita pasti juga tidak suka. Jadi kalau ada penerbangan langsung ke Kupang, Labuan Bajo atau Tambolaka, pasti wisatawan mancanegara akan senang datang ke NTT,” jelasnya.

“Supaya wisatawan lebih lama tinggal di NTT, kita bangun sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dan juga pemerintah desa kita harapkan bisa ikut menyelenggarakan festival-festival secara terencana dan terprogram setiap tahun. Jadi festival-festival ini bisa dijual oleh teman-teman pelaku pariwisata kepada wisatawan,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTT, Sinun Petrus Manuk menjelaskan Dinas Kebudayaan akan digabungkan dengan Dinas Pendidikan. Namun sejumlah program besar yang sudah direncanakan di Dinas Kebudayaan, ia harapbisa dilaksanakan, siapapun kepala dinasnya.

“Sejauh ini kita sudah berhasil mendapatkan 23 sertifikat warisan budaya tak benda dari Kementerian Kebudayaan, dan kita sedang mengusulkan lagi enam kekayaan budaya NTT untuk mendapatkan sertifikat warisan budaya tak benda. Kita harapkan tahun ini keenam usulan kita ini bisa diterima untuk menambah perbendaharaan sertifikat warisan budaya tak benda kita di NTT,” jelas mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT ini.

Sejumlah impian besar yang sudah dibangun di Dinas Kebudayaan Provinsi NTT untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan budaya-budaya khas NTT kepada dunia luar, menurut mantan penjabat Bupati Lembata ini menegaskan harus tetap bisa dilaksanakan oleh pejabat yang terpilih untuk memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

“Kita ada program pembangunan kampung adat (rumah adat dari seluruh kabupaten/kota) di NTT di belakang museum kita ini, kampung seni di kompleks taman budaya Gerson Poyk, revitalisasi museum, literasi budaya tutur, hingga pembangunan kantor pusat informasi geologi NTT yang menurut saya harus tetap dilaksanakan siapapun pejabatnya. Karena mungkin saja saya dan ibu Yohana (Yohana Lisapali) tidak dipilih bapak gubernur untuk mengisi jabatan kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” tandasnya. (mg-02/R-4)