DPD II Sumba Timur Surati Katua Mahkamah Partai Golkar

berbagi di:
img-20190109-wa0035

 

 

Frangky Johannis
Meskipun belum menerima secara fisik Surat Keputusan (SK) Pemberhentian, namun DPD II Partai Golkar Sumba Timur menyikapinya dengan mengikuti mekanisme dengan memberikan surat kepada Ketua Makahmah Partai dengan tembusannya ke DPP Partai Golkar, Sekjen Partai Golkar, dan kepada semua pihak terkait, termasuk Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTT.

Surat tersebut berisi penolakan SK pemberhentian tersebut dan permintaan untuk dicabut SK itu oleh para Pengurus DPD II partai Golkar, para pengurus tingkat kecamatan, para kader Partai Golkar dan simpatisan Partai Golkar Sumba Timur.

Ketua DPD II Partai Golkar Sumba Timur Gidion Mbilijora menyampaikan itu kepada wartawan seusai melakukan rapat bersama para Pengurus DPD II Partai Golkar, para pengurus tingkat kecamatan, para kader dan simpatisan Partai Golkar Sumba Timur di aula kantor Sekertariat Partai Golkar Kabupaten Sumba Timur, Rabu (9/1).
Gidion yang didampingi Sekretaris DPD II partai Golkar Sumba Timur, Robert Riwu mengatakan surat berisi penolakan SK pemberhentian tersebut dan permintaan untuk SK tersebut dicabut disampaikan kepada semua pihak itu, agar informasi itu berimbang.

“Kita akan sampaikan semua itu untuk bisa kita imbangi terkait informasi itu,” kata Gidion.

Gidion memberikan pesan kepada Pengurus DPD II Partai Golkar Sumba Timur, pengurus kecamatan, para caleg, dan anggota Fraski Golkar di DPRD Sumba Timur agar tetap berjuang karena sesuai target Partai Golkar harus menang di Sumba Timur.

“Jadi tidak boleh kendor, perjuangan untuk memenangkan Golkar tetap, semua caleg kabupaten, provinsi, dan Pusat saya minta untuk tetap bekerja memenangkan Partai Golkar di Sumba Timur, tidak boleh kendor dan terpengaruh dari informasi SK pemberhentian ini,” kata Gidion.

Gidion juga meminta semua kader Golkar di Sumba Timur tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan berita yang berhubungan dengan pemberhentian dia dan Robert Riwu karena semua akan berakhir dan Partai Golkar harus tetap jaya.

Robert Riwu yang dimintai komentarnya mengatakan, sangat bangga terhadap Gidion Mbilijora yang walaupun ‘dizolimi’ tetapi tetap menganggap bahwa yang bermasalah dengan dirinya adalah pribadi Melki Lakalena tetapi bukan Partai Golkar.  Sehingga, tetap meminta para pengurus, kader, simpatisan, para caleg, dan anggota Fraski Golkar tetap berjuang untuk kemenangan Golkar.

“Kalau mau dibiliang Pak Gidion tidak ada kepentingan apa-apa di Golkar. Dia sudah dua kali mejabat bupati dan tidak ikut caleg, tetapi dengan berbesar hati dia katakan pada seluruh komponen Golkar Sumba Timur untuk terus berjuang dan jangan terpengaruh dengan SK Pemberhentian dirinya. Pemimpin seperti ini patut dicontoh,” katanya.

Terkait dirinya, Robert katakan, dipecat kapan saja itu sudah resiko orang berpolitik. Namun, jika dilakukan secara tidak prosedural itu yang perlu dipertanyakan. “Saya ini tidak apa-apa dipecat, tetapi kalau Pak Gidion yang pernah didatangi di kamar tidur dan mohon-mohon untuk mundur dari pencalonan terus setelah jadi Ketua DPD I lantas berbuat demikian, itu rasanya bagaimana ya? Saya ini saksi hidup jadi terserah orang mau bilang apa,” ujarnya. (bev/ol)