Dua Hari Menghilang, Pasutri Korban Terseret Banjir Telah Ditemukan

berbagi di:
Tampak jenazah kedua korban baru saja dievakuasi dan akan diantar ke RSB Titu Ully

Tampak jenazah kedua korban baru saja dievakuasi dan akan diantar ke RSB Titus Ully.

 
Mutiara Malahere

Elkana Bangkole (55) dan istrinya Noci Bangkole Ola, warga desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur yang diduga terseret banjir akhirnya ditemukan warga setempat dalam keadaan meninggal dunia pada dua lokasi yang berbeda, Jumat (19/1).

Korban Noci Bangkole Ola ditemukan warga setempat yang hendak mencari kerang di sekitar Pantai Manikin pada 07.20 Wita, sementara suaminya Elkana Bangkole (55) ditemukan warga di sekitar Bendungan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, sekitar pukul 07.30 wita.

Pasca mengevakuasi jenazah kedua korban, Tim SAR Kupang, Kapolsek Kupang Tengah Iptu Verry Polin, serta kepala Desa Oelnasi Yusak Leinati dan keluarga korban pun mengantarkan jenazah kedua korban ke RSB Titus Uly Kupang.

 

400 Orang Bantu Cari Korban

Saat ditemui VN di RSB Titus Uly Kupang, Kades Yusak Leinati mengatakan pihaknya segera melakukan tindakan pencarian setelah mendapat kabar kehilangan pasutri tersebut.

“Kami berjumlah sekitar 400 orang warga setempat bersama Tim SAR dan Polsek Kupang Tengah menyusuri sepanjang sungai hingga ke muara Pantai Manikin selama dua hari lamanya,” jelas Yusak.

Kedua korban ini, lanjut Yusak, sebelumnya berpamitan pada Rabu (17/1) sekitar pukul 15.00 wita ke ladang yang berlokasi tak jauh dari rumahnya. Namun, sekitar pukul 18.00 Wita keduanya terjebak sungai yang sedang banjir. Hal ini mengakibatkan mereka sulit menyebrang dan akhirnya terseret banjir.

Adik kandung korban Yunus Bangkole yang mendengar kabar kakak dan istrinya menghilang saat pulang dari kebun pun langsung pergi mencari keduanya di kebun, namun tidak menemukannya.

Saat tiba di kebun ia hanya mendapati barang bawaan milik korban berupa sayur-sayuran dan mentimun yang terdapat di pinggir sungai.

Ia pun langsung curiga keduanya terseret banjir dan melaporkan kejadian tersebut kepada kepala desa setempat.

Kasat Reskrim Polres Kupang, Iptu Ebeth Amalo mengatakan kedua korban ini hendak menyeberang sungai saat pulang dari kebun lalu namun kondisi sungai sementara banjir deras, sehingga keduanya pun terseret banjir.

“Saat itu korban Elkana menyeberang terlebih dahulu dengan membawa hasil kebun, kemudian kembali untuk membantu istrinya menyeberang, namun nasib naas istrinya terseret banjir dan Elkana berusaha menyelamatkan istrinya pun akhirnya ikut terseret banjir,” jelas Ebeth.

Kedua jenazah korban pun kemudian ditemukan oleh warga setempat bersama Tim SAR dan aparat kepolisian pada dua lokasi berbeda di Pantai Manikin dan sekitar Bendungan Tarus.

“Kami menghimbau kepada masyarakat yang hendak menyeberangi sungai terlebih pada musim penghujan ini lebih waspada terhadap banjir sehingga tidak terseret banjir dan menjadi korban tengelam,” pinta Ebeth. (bev/ol)