Editorial : Nusa Terang Total

berbagi di:
Foto: PLN NTT

Pemda tak boleh tidur lelap. Jadikan diri sebagai pemimpin, yang seakan-akan daerahnya selalu dalam kesulitan dan genting sehingga terus dan terus mencari jalan keluar bagi setiap persoalan.

 
“… Masalah ada pada sumber daya manusia… Kalau bilang masalahnya ada pada anggaran, saya mau tegaskan bahwa bukan itu masalahnya, karena dari segi investasi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di NTT, setiap tahun investasinya mencapai Rp 42 triliun”.

Demikian pernyataan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat yang disampaikan pada acara peluncuran awal program Sumba Iconic Island di Hotel Asthon-Kupang, Selasa (27/11). Program itu berisi pembangunan listrik seluruh Sumba oleh sebuah perusahaan asal Belanda.

Implikasi penting pernyataan gubernur itu sesungguhnya hanya pada satu hal, bahwa NTT harus dibangun dengan metode kecermatan yang luar biasa untuk semua aspek. Cermat mengidentifikasi potensi SDA. Cermat memamerkan, menjual lalu menarik minat investasi. Cermas mengolah SDA. Cermat menata birokrasi sehingga seluruh birokrasi cermat mengelola daerah secara bertanggung jawab. Cermat membikin exit bagi SDM yang lemah. Dan seterusnya.

Investasi bidang listrik di Sumba, misalnya, menjadi gambaran penting tentang potensi NTT di bidang energi terbarukan seperti air, tenaga surya, angin, biomassa dan biogas. Temuan dari perusahaan Belanda, Hivos People Unlimited yang bekerja sama dengan Kementerian ESDM dan Bappenas dalam program membangun Pulau Ikonik Sumba atau Sumba Iconic Island sejak 2010 itu sangat berarti. Temuan itu kiranya menggenjot semangat Pemda menggali dan menggali lagi potensi NTT yang terberikan dalam berbagai bidang.

NTT hanya akan menjadi nusa terang total jika semua pengambil kebijakan “berpikiran terang”. Mereka berpikiran luas dan terbuka dan berjaringan luas. Mereka harus mampu memperluas NTT ke jaringan-jaringan ekonomi hingga level dunia. Kehadiran HPU dari Belanda harus hanya menjadi salah satu dari sederetan investasi korporasi global yang akan masuk ke NTT.

Agar NTT menjadi bidikan dunia, seluruh Pemda harus bertindak seperti agen-agen pengintai. Intai ke dalam daerah guna mencari sektor-sektor apa saja yang masih lemah dan harus dikembangkan. Intai keluar guna mencari investor-investor yang berminat masuk ke NTT.

Syaratnya cuma satu: seluruh Pemda tidak boleh tidur terlelap. Jadikan diri sebagai pemimpin, yang seakan-akan daerahnya selalu dalam kesulitan dan genting, sehingga terus dan terus mencari jalan keluar bagi setiap persoalan. Jadilah NTT terang: terang pikiran, kelakuan dan terang birokrasi.