Formapp Tolak Kehadiran KMP Komodo

berbagi di:
KMP Komodo

KMP Komodo

 

 

Gerasimos Satria

Forum Masyarakat Peduli Pariwisata (Formapp) Manggarai Barat (Mabar) menolak rencana PT.ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk mengoperasikan KMP.Komodo di dalam area kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

Ketua Formapp Mabar, Rafael Todowela, Kamis (18/10) mengatakan keberadaan KMP Komodo akan membunuh pengusaha kapal wisata lokal yang sedang bertumbuh. Alasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar terkait biaya kapal wisaya yang mahal, menurutnya terjadi karena belum ada Peraturan Daerah (Perda) yang menetapkan standar harga kapal wisata di Labuan Bajo. KMP.Komodo bukanlah solusi mahalnya sewa kapal wisata lokal di dalama Kawasan TNK.

“Tanpa melakukan kajian dam survey yang jelas Pemkab Mabar melalui Bupati Mabar langsung menyurati ASDP untuk mendatangkan kapal ferry untuk beroperasi di kawasan TNK,” ujar Rafael.

Menurutnya, sikap Pemkab Mabar yang cenderung tertutup dan tidak melakukan survei terlebih dahulu merupakan langkah mundur. Padahal Pemkab Mabar berkomitmen untuk meningkatkan derajat ekonomi orang lokal melalui pariwisata.

Formapp menilai Pemkab Mabar tidak berpihak pada ekonomi masyarakat lokal. Apalagi jumlah kapal wisata saat ini mencapai 300 unit. Bila dipaksakan akan terjadi konflik dan membuat parwisata di Labuan Bajo tercemar.

Sekretaris Formapp Mabar, Marsianus L. Jemat meminta Bupati Mabar Agustinus Ch Dula membatalkan permintaan kapal KMP Komodo. Pihaknya mendorong PT.ASDP Indonesia mengoperasikan ferry tujuan Labuan Bajo-Kupang atau Labuan Bajo-Reo, Kabupaten Manggarai. (bev/ol)