Gempa Lembata, Pria Ini Tak Lupa Membawa Gadingnya Saat Mengungsi

berbagi di:
Seorang warga dari salah satu desa di Lembata membawa serta gading (mahar nikah yang bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah) saat mengungsi dari desanya ke tempat yang lebih aman. Foto : Hiero Bokilia

 

Hiero Bokilia

Seorang pria yang belum diketahui namanya ini diketahui membawa serta gading (mahar bagi masyarakat Lembata) yang bernilai puluhan bahkan ratusan juta rupiah saat akan mengungsi dari desanya karena gempa yang terjadi di Lembata, Nusa Tenggara Timur sejak Senin (9/10) lalu.

Gading tersebut dibungkus dengan beberapa lembar kain dan dipikul sambil berjalan kaki ke daerah yang lebih aman.

Gempa tersebut memang memaksa warga di berbagai desa di Lembata yang  terkena dampak gempa dan yang tinggal di sekitar Gunung Api Ile Lewotolok harus mengungsi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata Rolly Betekeneng kepada VN, Kamis (12/10) mengatakan jumlah pengungsi akibat gempa selama dua hari terkahir di Lembata mencapai 2.172 jiwa. Laki-laki sebanyak 970 orang dan perempuan 1.202 orang. Pengungsi yang tinggal sementara di penampungan Rujab Bupati Lembata sebanyak 429 sedangkan 1.743 pengungsi lainnya telah dijemput oleh keluarga dan bergabung bersama keluarga masing-masing di Lewoleba.

Delapan desa tersebut yang sebagian besar warganya telah mengungsi yakni Desa Napasabok, Lamagute, Waimatan, Jontona, Lamawolo, Lamatokan, Bungamuda, Lamawara, dan Aulesa. (bev/ol)