Golkar Usung Laka Lena di Pilgub NTT

berbagi di:
Melki Laka Lena

Polce Siga

 

 

 

 

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar melalui rapat kerja di Hotel Novotel-Bogor, Jawa Barat, Sabtu, (19/8) malam, akhirnya menetapkan Emanuel Melkiades Laka Lena sebagai bakal calon Gubernur NTT yang diusung Golkar. Rapat DPP Golkar tersebut dipimpin Ketua Harian yang juga Ketua Tim Pilkada Pusat Nurdin Halid, yang dihadiri Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham, Ketua Korbid Indonesia ll Ahmad Hidayat Mus, Ketua PP Bali Nusra AA Bagus Adhi Mahendra Putra, Wasekjen DPP Partai Golkar Imanuel Blegur, Wasekjen Mustafa M Radja, Wasekjen Maman Abdurahman dan tim pilkada lingkup Korbid Indonesia ll lainnya.

 
Rapat kerja tersebut tanpa dihadiri oleh Ibrahim A. Medah maupun Melki Laka Lena sebagai bakal calon.

 
Ketua PP Bali Nusra AA Bagus Adhi Mahendra Putra kepada VN Minggu (20/8) malam membenarkan DPP Golkar sudah menggelar rapat dan memutuskan mengusung Melki Laka Lena dalam perheletan Pilgub NTT tahun depan. “Ya benar, sudah diputuskan kemarin (19 Agustus),” jawab AA Bagus Adhi Mahendra Putra melalui pesan WhatsApp-nya.

 

Dia mengatakan ia juga sudah menyampaikan keputusan dalam rapat kerja tersebut kepada Ibrahim A Medah secara lisan dan akan disampaikan secara tertulis bulan depan.

 
Gua Adi (sapaan Bagus Adhi Mahendra Putra) juga membenarkan hasil rapat kerja yang tersebar di media sosial melalui siaran pers. “Ya benar seperti itu (siaran pers). Pak Medah sudah saya info. Bulan depan kita akan sampaikan secara resmi,” ungkapnya.

 
Ditanya VN soal keberatan IA Medah terkait penetapan calon karena belum dilakukan survei, Gus Adi menjawab pada Juli lalu DPP Golkar sudah teken kontrak survei. “Pada bulan Juli DPP sudah tanda tangan kontrak survei. Dan kita adakan lagi survei berikutnya,” beber Gus Adi.

 

 

Siaran Pers
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) yang juga Ketua Koordinator Bidang (Korbid) Pemenangan Pemilu Indonesia II (Kalimantan, Sulawesi, Nusra Bali, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat), Mustafa M Radja dalam siaran persnya yang diperoleh VN, Minggu (20/8), juga membenarkan hal itu.

 
Dia menegaskan rapat kerja tersebut telah memutuskan mengusung Emanuel Melkiades Laka Lena sebagai calon kepala daerah atau wakil kepada daerah Provinsi NTT.

 
Mustafa mengungkapkan, keputusan itu diambil setelah DPP Golkar mencermati dan mengkaji dengan seksama berbagai hasil survei terkait Pilgub NTT, baik yang dilakukan secara pribadi oleh calon atau pasangan calon, maupun oleh parpol lainnya. DPP Partai Golkar juga telah melakukan survei sejak awal hingga pertengahan Agustus 2017 untuk melihat popularitas, elektabilitas, dan trend dari sembilan kader potensial yang disurvei.
Dari berbagai hasil survei tersebut, lanjutnya, DPP Golkar mengambil keputusan mengusung Emanuel Melkiades Laka Lena sebagai calon kepala daerah/wakil kepada daerah Provinsi NTT.

 

 
“Posisi Melki Laka Lena sebagai Cagub atau Cawagub ditentukan oleh hasil survei elektabilitasnya bersama pasangan calon dari parpol koalisi, serta hasil komunikasi politik DPP Golkar dengan parpol koalisi dengan melihat potensi kemenangan dan kepentingan publik yang lebih luas,” jelas Mustafa.

 

 

Komunikasi dengan NasDem dan PDIP
Menurutnya  saat ini DPP Golkar sedang intens berkomunikasi dengan DPP NasDem, PDIP, dan parpol pendukung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla untuk berkoalisi di Pilgub NTT 2018 mendatang.

 
Mustafa menegaskan bahwa Tim Pilkada Pusat mengambil keputusan tersebut berdasar peraturan organisasi, yakni Juklak 06 tentang Pilkada. Selain itu, dalam pleno tim Pilkada Pusat 1 Agustus lalu, telah diserahkan kepada tim pilkada pusat secara terbatas untuk membahas dan mengambil keputusan setelah dilakukan survei, termasuk Pilgub NTT dan Pilkada tingkat kabupaten di NTT.

 
“Dasar dan proses pengambilan keputusan oleh Tim Pilkada Pusat adalah Peraturan Organisasi (PO) Juklak 06 tentang Pilkada dan hasil survei yang dilakukan, baik popularitas, elektabilitas, maupun trend keterpilihan calon yang diusung menjadi pertimbangan penting,” jelasnya.

 
Ditegaskannya bahwa Tim Pilkada Pusat DPP Partai Golkar menetapkan bahwa Golkar mengusung Emanuel Melkiades Laka Lena. Karena itu DPP Golkar memerintahkan seluruh pengurus, kader, dan simpatisan Golkar pada semua tingkatan untuk mengamankan keputusan tersebut.

 

 

DPD Temui DPP
Sementara itu, DPD I Golkar NTT langsung bereaksi. Lewat Ketua Harian M Ansor, DPD I Golkar NTT mengatakan, terkait informasi dari DPP tentang penetapan cagub/cawagub NTT yang disampaikan lewat Wakil Sekjen DPP (Mustafa Radja), maka ia bersama Ketua Korbid PP Anwar Pua Geno), Ketua Korbid Kepartaian Hugo Kalembu, dan Sekretaris Thomas Tiba akan bertemu jajaran DPP di Jakarta.

 
Perwakilan DPD I itu akan menemui Ketua Umum Setya Novanto, Ketua Harian Nurdin Halid, Sekjen Idrus Marham, Ketua Korbid PP Indonesia II Ahmad Hidayat Mus, Ketua PP Bali-Nusra AA Bagus Mahendra Putra pada Rabu 23 Agustus mendatang di Jakarta.

 

“Menurut kami dari DPD I PG NTT, dalam rapat Tim Pilkada Pusat tidak mengikutsertakan DPD I PG NTT padahal sesuai Juklak 06 musti dihadiri utusan DPD I dan hasil survei yang menurut penjelasan Ketua PP Wil Bali Nusra dalam rapat koord Pilkada di Kupang 7 Agustus lalu, bahwa survei baru akan dilaksanakan mulai 15 Agustus. Ini pokok-pokok yang akan kami tanyakan,” ujar Ansor.

 

 

Akan Lawan
Sementara itu, Ibrahim Medah yang dikonfirmasi VN tadi malam, mengatakan akan melawan keputusan DPP Golkar tersebut. Ia menilai, keputusan DPP tersebut hanya mengikuti kemauannya satu orang saja dan tanpa survei. “Yang pasti akan saya lawan. Kenapa? Karena keputusan tersebut tanpa prosedur yaitu survei,” tegas Medah.

 
Menurutnya, survei tidak dilaksanakan sama sekali karena pada 8 Agustus lalu telah dilakukan rapat di Hotel Kristal-Kupang bersama Korwil, DPD I Golkar NTT dan DPD II Golkar 10 kabupaten yang akan Pilkada serentak. Rapat tersebut hasilnya memutuskan survei akan dilakukan setelah dana untuk survei dikirimkan ke DPP.

 

 

Menurut dia, dana untuk survei dimaksud baru dikirim ke DPP pada tanggal 16 Agustus lalu. Karena dananya baru dikirim, maka ia menganggap bawa keputusan DPP Golkar mengusung Melki Laka Lena dilakukan tanpa melalui survei.

 
“Surveinya belum dilakukan tapi sudah diputuskan dan kalau itu dibuat sesuai prosedur pasti saya akan patuh. Ya nanti kita akan lihat saja, apa keputusan itu melalui prosedur atau kemauan satu orang saja,” jelas Medah.

 
Ditanya alternatif lain jika memang dirinya tidak diusung oleh Golkar, Medah menegaskan bahwa pihaknya masih memastikan dulu keputusan DPP Golkar tersebut.

 
Terkait wacana dirinya akan mendampingi Beni Kabur Harman yang diusung Demokrat, Medah membantahnya. “Itu rumor dari mana? Itu tidak benar,” ucapnya.

 
Melki Laka Lena yang dikonfirmasi tadi malam terkait langkah-langkah koalisi, mengatakan, koalisi dibangun oleh DPP. “Pimpinan teras DPP Partai Gokar yang lagi komunikasi politik,” katanya. (pol/mg-14/E-1)