Gubernur VBL Minta Pengusaha Jadi Pioner

berbagi di:
foto-hal-01-cover-kunker-ke-sumba-barat

Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) (kedua dari kanan) didampingi Wakapolda NTT Brigjen Pol Johni Asadoma (kanan) mengunjungi lokasi penanaman anakan kelor yang dikembangkan PT Timor Mitra Niaga di Desa Wetana, Kecamatan Lamboya Barat, Kabupaten Sumba Barat, Jumat (11/1) pagi. Foto: Frengky Keban/VN

 

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta para pengusaha agar menjadi pioner pembangunan di NTT, khususnya di daratan Sumba guna mempercepat kemajuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengatakan itu sesaat sebelum melakukan penanaman anakan kelor yang dikembangkan PT Timor Mitra Niaga di Desa Wetana, Kecamatan Lamboya Barat, Kabupaten Sumba Barat, Jumat (11/1) pagi.
Hadir mendampingi Gubernur, Wakapolda NTT, Brigjen Pol Johni Asadoma, Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole, Bupati SBD Markus Dairo Tallu. Bupati Sumba Tengah, Paulus S K Linu, Dandim 1613/Sumba Barat, Letkol Inf Eko Wardono, Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan Thamsil, Kajari Sumba Barat, Sundoro Adi, Wakapolres Sumba Barat, Kompol I Nyoman Artawan, Ketua PN Waikabubak, Putu Gde Novyartha, Setda Sumba Barat, para pimpinan dan anggota DPRD Sumba Barat, dan sejumlah besar tamu lainnya.

VBL meminta semua yang hadir untuk mensyukuri penanaman anakan kelor yang dilakukan tersebut. Sebab, kebanyakan orang selalu berharap banyak, namun sedikit orang saja yang mampu membuktikan harapannya melalui kerja nyata seperti yang dilakukan PT Timor Mitra Niaga.

Karena itu VBL menyebut PT Timor Mitra Niaga sebagai pionir penanaman anakan kelor di Desa Wetana itu.

Perusahaan tersebut, kata dia, memberikan bukti bahwa dalam proses pembangunan NTT butuh mitra kerja seperti para pengusaha untuk membangun NTT lebih hebat lagi. Dia mengajak para pengusaha untuk saling bergandengan tangan menjadi pioner dalam pembangunan NTT.

“Saya minta kita bersama-sama berubah menjadi lebih baik. Saya minta seluruh intansi dan lembaga yang ada harus berperan aktif serta tidak ada yang diam. Semua membangun dan bergerak untuk perubahan. Tugas kita sebagai pemimpin hanya satu, yaitu memberikan harapan bagi orang atau daerah yang tidak memiliki harapan,” tegasnya.

Terhadap keluhan Direktur PT Timor Mitra Niaga, Hengki Liyanto soal infrasrtruktur jalan raya, Gubernur VBL menegaskan bahwa infrastruktur jalan adalah salah satu prioritas pembangunan saat ini. Masih banyak ruas jalan provinsi yang rusak dan luput dari perhatian, dan itu yang akan segera dibangun dan diperbaiki sebelum masa pemerintahannya dirinya dan Wagub Josef Nae Soi berakhir.

“Untuk jalan provinsi, sebelum masa jabatan saya berakhir, saya berjanji jalan-jalan yang rusak akan selesai dibangun dan diperbaiki serentak di seluruh NTT,” ucapnya.

Direktur PT Timor Mitra Niaga Hengki Liyanto dalam laporannya, mengungkapkan bahwa kebutuhan akan jalan raya sangat penting dan mendesak. Fasilitas jalan yang baik akan memudahkan pendistribusian hasil kelor.

Apalagi di areal tersebut, dirinya sedang mengembangkan sekolah bagi anak SD dan SMP.

“Masalah kami di sini masih sama. Soal akses jalan yang rusak berat yang belum mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah dan pusat. Sehingga kami minta pemerintah provinsi bisa membantu kami. Selain itu, dari sisi kesehatan, kami merasa kesulitan dimana selama ada BPJS, masyarakat dan karyawan susah untuk mendapat perawatan dan harus menempuh jarak yang jauh menuju rumah sakit,” ujarnya.
Jamin Keamanan
Pada kesempatan yang sama, Wakapolda NTT, Brigjen Johni Asadoma meminta pihak Polres Sumba Barat untuk terus bekerja dengan pihak TNI dalam menjaga keamanan di Sumba Barat. Hal ini penting untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat setempat, dan menunjang pembangunan di wilayah tersebut.

“Bapak Kapolres Sumba Barat saya minta harus jadi penanggung jawab masalah keamanan di sini. Sedapat mungkin bangun kerja sama dengan Kodim untuk bersinergi menjaga keamanan di wilayah ini,” pintanya.

Pantauan media ini, sebelum melangsungkan penamanan anakan kelor, Gubernur VBL dan rombongan meninjau tanaman kelor yang berumur 2 bulan yang sudah ditanam sebelumnya. Usai melakukan penananam, dilanjutkan dengan ramah tamah dan dipungkas dengan kegiatan peninjauan peternakan babi di wilayah perkebunan milik PT Timor Mitra Niaga. (mg-09/R-4)