Gudang Pabrik Spon di Maumere Ludes Terbakar

berbagi di:
VN/YUNUS ATABARA Sejumlah wartawan mengabadikan peristiwa kebakaran Jumat (29/9) dini hari dtersebut menggunakan kamera handphone dari jarak yang cukup dekat.

Sejumlah wartawan mengabadikan peristiwa kebakaran Jumat (29/9) dini hari dtersebut menggunakan kamera handphone dari jarak yang cukup dekat. VN/Yunus Atabara

 
Yunus Atabara

Sebuah gudang milik PT Bintang Satelit di Jalan Don Juan, Tu’ang Mu’ut, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur ludes terbakar Jumat (29/9) sekitar pukul 00.30 Wita.

Kebakaran gudang pabrik busa atau spon (kasur) tersebut, membuat panik warga Kota Maumere, terutama yang bermukim di sekitar lokasi pabrik. Warga berhamburan keluar rumah karena takut api menjalar.

Disaksikan VN, sekitar pukul 01.00 Wita mobil water cannon milik Polres Sikka, mobil pemadam kebakaran, serta sejumlah mobil tangki air tiba di lokasi kebakaran.

Aparat kepolisian, TNI, pemadam kebakaran yang dibantu masyarakat langsung berusaha memadamkan api yang terus membesar. Kobaran api melahap habis gudang beserta isinya. Kondisi gudang yang berada di sekitar pemukiman warga, serta titik api yang sulit dijangkau pemadam, membuat petugas harus kerja keras. Kobaran api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.45 Wita.
Dari Kontainer
Ramuan (38), seorang petugas keamanan yang bertugas saat kejadian, mengisahkan sekitar pukul 00.00 Wita, ia masih melakukan pengecekan situasi gudang dan tidak menemukan ada tanda-tanda kebakaran. Setelah memastikan kondisi aman di lokasi pabrik, ia kemudian kembali ke pos jaga dan istirahat.

Sekitar pukul 00.30 Wita, lanjut Ramuan, ia kaget melihat ada kobaran api yang bersumber dari sebuah kontainer yang berisi bahan kimia pembuatan spon. Kobaran api yang melahap bahan kimia di kontainer, merambat cepat masuk
ke gudang utama.

“Saya langsung teriak minta tolong warga sekitar untuk menghubungi pemadam kebakaran. Saya kaget karena saat saya cek tidak ada apa-apa. Tapi setelah istrahat, tiba-tiba saya lihat kontainer (berisi bahan kimia) terbakar dan begitu cepat membakar gudang utama,” katanya.

Terpisah Kabag Humas Polres Sikka Iptu Margono kepada VN menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kendati demikian, kerugian material yang dialami PT Bintang Satelit diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.

“Tidak ada korban jiwa, korban materi diprediksi ratusan juta rupiah. Sumber api masih diselidiki, diduga kuat bersumber dari bahan kimia yang berada di konteiner berdasarkan keterangan saksi yang jaga gudang tersebut,” kata Margono.

Polisi juga sudah menerima laporan dan mengambil keterangan dari saksi mata yakni sekuriti yang bertugas malam itu (Ramuan) dan Ferry Adriyawan (26) karyawan pabrik yang berdomisili di Tu’ang Mu’ut, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

Sebelumnya, sebuah kapal pesiar bernama “Next Chapter”, terbakar, saat berlabuh di sekitar 200 meter sebelah barat dermaga baru Pelabuhan Laut Lorens Say Maumere, Jumat (14/7) lalu.

Kapal tersebut ditumpangi oleh sepasang suami-istri warga negara asal Australia yakni Longhurst Mark Aidan (55) dan Olds Jennie Lee (47).

Selain itu, pada Rabu (26/7) hingga Kamis (27/7), hutan lindung Egon Ilin Medo di Dusun Blidit, Desa Egon, Kecamatan Waigete, seluas 250 hektare, juga terbakar. Diduga sumber kebakaran berasal dari putung rokok yang dibuang warga.

Lahan hutan lindung mulai dari Km 12 hingga Km 6 tak bisa diselematkan karena saat itu kibat bertipu sangat kencang. Api berhasil dipadamkan berkat bantuan pemadam kebakaran serta dukungan masyarakat, polisi, dan Satpol PP.