J-RUK Sumba Dan Kelompok Bakti Sosial dr.Hans Manjoer Melakukan Pengobatan Gratis Di Sumba Barat Daya

berbagi di:
whatsapp-image-2018-03-11-at-1-40-48-pm

 

 

Jaringan Relawan Untuk Kemanusiaan (J-RUK) Sumba bekerjasama dengan Kelompok Sosial dr. Hans Manjoer menggelar pengobatan gratis di Kabuopaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Jumat (9/3).

Ketua J-RUK Sumba Asto Dadut dalam rilisnya yang diterima VN onlien mengatakan, kelompok baksos dr Hans Manjoer merupakan kelompok yang sering melakukan kunjungan ke berbagai tempat di indonesia sejak tahun 1990-an. Rombongan yang berjumah 24 orang ini melakukan pengobatan gratis di Waimarama, Desa Lete Loko Kecamatan Kodi Bangedo dibantu para relawan J-RUK Sumba.

 

Ia mengatakan warga sangat antusias dengan kegiatan tersebut. Warga bahkan sudah datang sejak pagi untuk bisa dilayani. Tak hanya warga Kecamatan Kodi Bangedo, warga dari Kecamatan Kodi dan Kodi Balaghar pun ikut hadir untuk mendapatkan pelayanan.

Untuk memperlancar komunikasi dengan para dokter,perawat dan apoteker, sejumlah relawan J-RUK Sumba yang merupakan orang muda asli Sumba disiagakan karena banyak dari warga yang hanya bisa berbahasa daerah.

whatsapp-image-2018-03-11-at-9-59-28-am

Kegiatan ini melibatkan beberapa dokter spesialis, seperti spesialis penyakit dalam, spesialis bedah, spesialis kulit dan kelamin serta spesialis anak. Selain pemeriksaan kesehatan umum, para dokter juga melakukan pemeriksaan kehamilan, gula darah, gigi dan pembagian kaca mata baca.

Pimpina rombongan kelompok baksos Hansd Manjoer mengatakan antusiasme masyarakat dinilai karena mereka memiliki kesempatan untuk memeriksakan kesehatannya secara gratis.

“Apalagi jumlah pasien yang sangat jauh dari target awal kita yang hanya berjumlah 500 orang,” ungkapnya.

Sementara dr. Riyanto Setiabudy , SpFk menyikapi antusiasme masyarakat sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap kesehatan mereka sendiri.

“Meskipun ada banyak kekurangan, misalnya obat yang kami bawa tidak bisa memenuhi semua kebutuhan pasien yang datang, namun dari kegiatan ini kita melihat bagaimana masyarakat peduli dengan kesehatan mereka. Ke depan diharapkan penyakit-penyakit yang berkepanjangan seperti darah tinggi, kencing manis, sakit jantung dan lainnya harus ditangani secara teratur di Puskesmas,” ungkapnya.

Ia mengatakan peran Puskesmas dalam dunia kesehatan sangat penting. Dalam beberapa kasus, follow up dari pihak Pukesmas terhadap pasien sangat dibutuhkan.

whatsapp-image-2018-03-11-at-9-57-54-am

Ia mencontohkan dalam kegiatan baksos tersebut ada pasien TB paru yang putus pengobatan setelah dua bulan berobat, hal ini tentu saja akan merugukan pasien karena akan ada kemungkinan pasien itu kebal terhadap obat TB paru yang diberikan.

Sementara Kristianus Kanda, salah satu tokoh masyarakat yang hadir mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan lagi.

whatsapp-image-2018-03-11-at-9-59-29-am

Romo Yanto, tokoh agama yang ikut dalam kegiatan ini juga mengungkapkan makna kegiatan yang bisa diambil yakni kerelaan untuk memberi bagi sesama manusia.

Ia berharap bila saat ini banyak dokter spesialis dari luar NTT yang datang maka ke depan akan ada banyak dokter spesialis dari Sumba yang datang berkarya. (bev/ol)