Jasa Raharja Bantu Korban Kebakaran Gurusina

berbagi di:
Kepala PT Jasa Raharja Cabang NTT Prastio Surahmanto (dua dari kanan) memberikan bantuan secara simbolis kepada warga Kampung Adat Gurusina yang mengalami bencana kebakaran. Bantuan diberikan Selasa (11/9), dan diterima Florianus Rero salah satu warga perkampungan adat tersebut.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang NTT Prastio Surahmanto (dua dari kanan) memberikan bantuan secara simbolis kepada warga Kampung Adat Gurusina yang mengalami bencana kebakaran. Bantuan diberikan Selasa (11/9), dan diterima Florianus Rero salah satu warga perkampungan adat tersebut.

 
Yes Balle

PT Jasa Raharja Cabang NTT memberikan bantuan berupa alat rumah tangga senilai Rp 87.568.910 kepada para korban kebakaran Kampung Gurusina, Kabupaten Ngada, 13 Agustus lalu.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang NTT, Prastio Surahmanto, Rabu (12/9) mengatakan, bantuan yang diberikan kepada warga yang bermukim di kampung adat Gurusina tersebut dilakukan, Selasa (11/9). Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab PT Jasa Raharja NTT sebagai BUMN kepada masyarakat NTT yang sementara berada dalam kedukaan.

“Bentuk tanggung jawab ini direalisasikan dengan memberikan bantuan berupa barang-barang yang dibutuhkan oleh warga korban kebakaran kampung adat Gurusina,” kata Prastio.

Kepala Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Jasa Raharja Cabang NTT Aryo Wibisono menambahkan, bantuan diberikan kepada 33 kepala keluarga yang bermukim di perkampungan adat tersebut, walau 27 kepala keluarga yang terdampak langsung kebakaran. Hal ini bertujuan supaya semua penghuni perkampungan adat tersebut diperlakukan sama dan adil.

Apalagi, jelas Aryo, para korban kebakaran sementara mengungsi di enam rumah adat yang berhasil diselamatkan dan tenda pengungsian yang dibangun oleh pemerintah setempat. Selain itu, PT Jasa Raharja juga berpartisipasi dalam Posko penanggulangan bencana yang dibangun di lokasi bencana kebakaran tersebut.

“Karena bentuk dalam bentuk uang telah mengalir kepada panitia dan para korban, makanya PT Jasa Raharja NTT lebih memilih memberikan bantuan dalam bentuk peralatan rumah tangga bagi para korban,” jelas Aryo.

Kampung adat Gurusina merupakan kampung adat yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan setelah Kampung Bena yang juga berlokasi di Kabupaten Ngada. Alat musik bambu Bomberdom sebagai warisan leluhur masyarakat Ngada diakui resmi dan telah dicatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).

Kampung Gurusina merupakan lokasi syuting Film Inerie.

Film ini diproduksi tahun 2014 dan pembiayaannya bersumber dari lembaga bantuan Australia bekerja sama dengan rumah produksi lokal. Film ini mengisahkan tentang angka kematian ibu dan anak di Pulau Flores.

Penanggung jawab penerima bantuan Florianus Rero usai menerima bantuan dari PT Jasa Raharja Cabang NTT mengungkapkan rasa senang atas perhatian yang diberikan PT Jasa Raharja Cabang NTT kepada warga kampung adat tersebut. Perhatian berupa bantuan alat kebutuhan rumah tangga tersebut sangat membantu karena barang-barang kebutuhan rumah tangga milik warga terbakar bersama rumah mereka.

“Kami berterima kasih karena bantuan ini sangat membantu kami untuk menjalankan apa yang akan kami lakukan setiap hari dan kehidupan kami juga bergantung dari barang-barang kebutuhan rumah tangga ini,” kata Florianus rero. (yes/E-1)