Jasa Raharja Salurkan Santunan Rp 4,1 Miliar

berbagi di:

Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Cabang NTT, Prastio Surahmanto (kanan) bersama jajaran mengunjungi langsung masyarakat Nekbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang guna menyerahkan bantuan pengembangan sarana dan prasarana umum pembangunan bak penampung air bersih bagi Jemaat Rayon Nek Usuf. Gambar diabadikan pekan lalu. Foto: Istimewa

 
Putra Bali Mula
PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang Januari hingga Februari 2019 telah memberikan santunan sebesar Rp 4,1 miliar atau Rp 4.175.560.057.

Total penyaluran tersebut terbagi untuk beberapa jenis santunan yakni meninggal dunia, luka-luka, cacat tetap, penguburan, ambulans, dan P3K. Sementara hingga Februari kemarin Jasa Raharja NTT mencatat, telah melakukan penyaluran sebesar Rp 4,1 miliar, di mana untuk korban meninggal dunia sebesar Rp 3,250 miliar. Jumlah korban dalam kategori meninggal dunia sendiri sebanyak 63 orang.

Sarah S Nale, staf pengolahan data Jasa Raharja NTT kepada VN, Rabu (13/3) menyebut dalam jangka waktu yang sama, jumlah ini turun dari tahun sebelumnya. Pada Januari hingga Februari 2018 total santunan yang diberikan saat itu mencapai Rp 4.466.853.38.

Untuk total korban dari seluruh kategori pada Januari hingga Februari tahun mencapai 217 korban sementara pada Januari hingga Februari tahun 2018 berjumlah 226 korban.
Ia menjelaskan bahwa jumlah santunan yang diberikan pun disesuaikan dengan kebutuhan para korban seperti biaya perawatan. Dengan demikian, jelasnya, pada Januari dan Februari 2018 lalu perawatan yang dibutuhkan dan jumlah korbannya lebih banyak dari pada Januari hingga Februari tahun ini.

“Kita harus sesuaikan dengan kebutuhan. Jadi, biasanya ada perawatannya dulu sebelum si korban ini meninggal. Perawatannya memang dalam bulan yang kemarin itu lebih banyak,” ungkapnya.

Untuk total keseluruhan penyaluran santunan pada tahun 2018 kemarin menyentuh nominal Rp 31.444.936.805.

Berikut total masing-masing jumlah santunan per kategori sepanjang 2018, yakni meninggal dunia sebesar Rp 20,850 miliar, luka-luka sebesar Rp 9,565 miliar, cacat tetap sebesar Rp 456 juta untuk satu korban, penguburan sebesar Rp 44 juta, ambulans Rp 45 juta untuk satu korban, dan P3K sebesar Rp 484 juta.

Sementara bila membandingkan total penyaluran santunan secara keseluruhan pada 2018 memang mengalami peningkatan daripada tahun 2017 yang memiliki total keseluruhan santunan sebesar Rp 23 miliar. Hal ini berbanding lurus dengan perbedaan total korban pada dua tahun tersebut di mana sepanjang 2018 jumlah korban pun lebih banyak yakni 1.669 korban sedangkan pada 2017 berjumlah 1.446 korban.

Sarah S Nalle, Staf Pengolahan Data Jasa Raharja NTT. Foto: Putra B. Mula
Sarah S Nalle, Staf Pengolahan Data Jasa Raharja NTT. Foto: Putra B. Mula

Sebelumnya pun Sarah menegaskan bahwa untuk biaya santunan naik per 1 Juni 2017, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa pada 2017 itu ada penerimaan santunan yang sebesar Rp 25 juta sebelum bulan Juni.

“Per 1 Juni itu jumlah santunan sudah naik, seperti santunan meninggal itu naik dari Rp 25 juta ke Rp 50 juta. Otomatis bila kita lihat kembali di tahun 2017 masih ada yang dapat Rp 25 juta sebelum bulan Juni. Jadi di 2017 memang ada yang masih Rp 25 juta, ada yang sudah Rp 50 juta,” jelasnya.
Arif, salah satu staf pengelolaan data tersebut pun menyampaikan bahwa memang pada 2018 total santunan tersebut akan lebih besar daripada total santunan 2017. Jelasnya, penetapan kebijakan peningkatan santunan berkontribusi menaikkan total santunan pada 2018 sehingga lebih besar dari tahun 2017 itu.

“Memang sudah naik untuk santunannya, yang naik 100 persen itu penggantian biaya perawatan dan pengobatan. Sebelumnya Rp 10 juta sekarang jadi Rp 20 juta,” pungkasnya.

Ketentuan baru ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15/PMK.010/2017 tentang Besar Santunan dan Iuran Wajib Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Penumpang Umum di Darat, Sungai/Danau, Feri/Penyeberangan, Laut, dan Udara (PMK Nomor 15 Tahun 2017) dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 16/PMK.010/2017 tentang Besar Santunan dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (PMK Nomor 16 Tahun 2017).

Berikut rincian kenaikan santunan kepada korban kecelakaan meninggal dunia dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta. Penggantian biaya perawatan dan pengobatan meningkat dari Rp 10 juta menjadi Rp 20 juta. Penggantian biaya penguburan meningkat dari dua juta rupiah menjadi empat juta rupiah. Penggantian biaya pertolongan pertama paling besar satu juta rupiah dan pergantian biaya untuk membawa korban ke fasilitas kesehatan sebesar Rp 500 ribu. (mg-06/E-1)