Jefri-Titu Eki Teken MoU Air Bersih

berbagi di:
Bupati Ayub Titu Eki (dua dari kanan) dan Wali Kota Jefri Riwu Kore (kiri) didampingi Ketua DPRD Kabupaten Kupang Yosef Lede (kanan) dan Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loedoe (dua dari kiri) memperlihatkan map berisi nota kesepahaman bersama atau MoU antarkedua daerah terkait pelayanan air bersih, usai penandatanganan MoU tersebut di aula kantor Bupati Kupang, Jumat (20/10).

Bupati Ayub Titu Eki (dua dari kanan) dan Wali Kota Jefri Riwu Kore (kiri) didampingi Ketua DPRD Kabupaten Kupang Yosef Lede (kanan) dan Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loedoe (dua dari kiri) memperlihatkan map berisi nota kesepahaman bersama atau MoU antarkedua daerah terkait pelayanan air bersih, usai penandatanganan MoU tersebut di aula kantor Bupati Kupang, Jumat (20/10).

 

Yes Bale

Setelah melalui percakapan informal dan diskusi, Pemerintah Kabupaten dan Kota Kupang akhirnya sepakat menuntaskan persoalan pelayanan air bersih bagi warga Kota Kupang. Kesepakatan kedua daerah ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman bersama (memorandum of undertanding) oleh Bupati Kupang Ayub Titu Eki dan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore.

Penandatanganan MoU dilakukan di aula kantor Bupati Kupang, Jumat (20/10), disaksikan Ketua DPRD Kabupaten Kupang Yosef Lede dan Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loedoe serta para pejabat lingkup Pemkab dan Pemkot Kupang. Anggota DPRD Kota Kupang Padron Paulus dan Adrianus Talli, juga hadir menyaksikan acara penandatanganan MoU tersebut.

Bupati Titu Eki menyatakan menyambut dengan sukacita kedatangan Wali Kota Jefri Riwu Kore yang membawa serta para pejabat maupun staf Pemkot Kupang. Kedatangan Wali Kota Jefri tersebut, kata dia, membuktikan bahwa tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan.

Penandatanganan MoU tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa Pemkab Kupang bukan penyebab tertundanya kerja sama antardua pemerintah.

“Selama ini ada ketegangan dan maki-maki sedikit hal yang wajar dalam berelasi. Ini hari menjadi momentumnya,” katanya.

Titu Eki juga meminta maaf kepada warga Kota Kupang yang selama ini mendapatkan layanan air bersih dari PDAM Tirta Lontar yang dikelola Pemkab Kupang, namun belum memuaskan. Dengan penandatanganan MoU tersebut, akan dimaksimalkan pemanfaatan sumber air yang ada untuk peningkatan pelayanan.

Sumber-sumber air yang baru, katanya, nanti akan dimanfaatkan bersama. Optimalisasi pemanfaatan jaringan akan diikat dalam perjanjian kerja sama.

Titu Eki memberikan waktu dua minggu kepada tim bersama untuk membahas dan merumuskan poin-poin kerja sama dimaksud. Ia menargetkan satu bulan setelah MoU ditandatangani, perjanjian kerja sama antarkedua daerah juga ditandatangani.

“Dua minggu draft perjanjian kerja sama ini disusun dan satu bulan setelah ini kita tanda tangan. Apalagi saat ini warga Kota Kupang sangat membutuhkan air bersih,” katanya.

Musim panas tahun depan, lanjutnya, tidak ada lagi keluhan soal kekurangan air bersih. Karena itu, dia berharap agar MoU jangan hanya sebagai bentuk pencitraan, namun diwujudkan dalam bentuk perjanjian kerja sama.

“Jangan main-main. Kalau ada kendala harus segera dikoordinasikan dan ditindaklanjuti,” pungkas Titu Eki.

 

Langkah Awal

Wali Kota Jefri dalam sambutannya mengatakan, penandatanganan MoU tersebut menjadi catatan sejarah dalam membangun kebersamaan antarpimpinan wilayah.

“Setelah bicara dari hati ke hati dan sebagai kakak-adik akhirnya terjadi kerja sama ini. Kerja sama ini mengedepankan kepentingan masyarakat dan menanggalkan ego masing-masing,” katanya.

Kerja sama tersebut merupakan langkah awal untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Apalagi, saat ini baru belasan persen warga Kota yang dilayani PDAM Kota Kupang.

Dia berharap, perjanjian kerja sama yang akan dibahas dan disusun bersama itu tidak dalam orientasi meraih pendapatan asli daerah (PAD), tetapi demi menjamin kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Sebab, air bukan satu-satunya sumber PAD.

Dia meminta tim bersama segera membahas dan menyusun naskah kerja sama antarkedua daerah. “Harus cepat jangan sampai hanya abis di tanda tangan. Kalau butuh biaya secepatnya disampaikan,” katanya.

Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loedoe mengatakan, kerja sama antarkedua daerah untuk menyediakan layanan air bersih bagi masyarakat sudah ditunggu sekian lama. Kerja sama ini merupakan upaya nyata untuk memenuhi harapan dan kepentingan masyarakat.

Dewan Kota, kata Yeskiel, mendukung kerja sama tersebut demi kepentingan masyarakat Kota Kupang.

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Yosef Lede berharap hubungan baik antarpemerintah daerah itu dapat diwujudkan juga pada aspek yang lain. Harmonisasi hubungan antarpemerintah merupakan aspek penting yang sangat dinantikan masyarakat.

“Ini merupakan langkah yang baik dan perlu ditindaklanjuti. Ingat juga kepentingan masyarakat Kabupaten Kupang. Kerja sama bisa meminimalisir keluhan warga Kota Kupang akan kekurangan air bersih,” kata Yosef Lede.

Dia berharap agar kerja sama tersebut berjalan baik. Dia juga mengingatkan Pemkab Kupang agar tidak melupakan tanggung jawab pelayanan air bersih bagi warga Kabupaten Kupang.

“Kita bangga bisa membantu saudara-saudara kita di Kota Kupang tapi ingat jangan lupa juga warga Kabupaten Kupang. PDAM Kabupaten Kupang sebaiknya memiliki kantor pelayanan juga di Oelamasi,” harappungkasnya. (yes/R-4)