Jelang IMF, Dispar Mabar Data Jumlah Kamar Hotel Di Labuan Bajo

berbagi di:
0423fc671b1d4149fa9b65c235ab035d

 

 

Gerasimos Satria

Jelang pertemuan internasional IMF Oktober mendatang, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur mulai melakukan pendataan seluruh hotel dan kamar hotel di Labuan bajo.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mabar, Theresia Asmon kepada VN, Selasa (7/8) mengatakan pihaknya mendata kamar hotel untuk tamu VVIP.

“Belum ada booking khusus tamu IMF yang masuk ke hotel-hotel di Labuan Bajo. Terkait akomodasi kami sudah berkoordinasi dengan PHRI Cabang Labuan Bajo,” jelasnya.

Selain pendataan hotel, Dispar Mabar akan menggelar festival budaya pada Oktober 2018. Sejumlah atraksi budaya seperti tarian adat Manggarai dan kesenian lokal lainnya akan dipertunjukan saat tamu IMF datang di Labuan Bajo.

Ia mengakui, Dispar Mabar sedang gencar membenahi objek wisata yang akan dikunjungi tamu IMF termasuk menempatkan stafnya pada obyek wisata yang nantinya dikunjungi oleh tamu bank dunia.

Sementara pelaku pariwisata di Mabar, Mateus Siagian mengatakan perlu persiapan yang sangat matang menyambut para tamu IMF. PLN, misalnya harus bekerja maksimal agar listrik tidak padam. Trotoar ditata dengan baik agar tamu IMF maupun wisatawan merasa senang dan nyaman saat berjalan di atas trotoar.

“Air bersih juga pastikan mengalir lancar. Hotel tempat kami dua bulan terakhir airnya tersendat-sendat lagi padahal dahulu sudah baik. Jalan- jalan di siang hari berdebu sekali, wajibkan jalan disiram jalan agar tidak berdebu dan tetap bersih,’’ harap Mateus.

Ia menambahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar harus mengecek kapal wisata yang layak menghantar tamu IMF ke obyek wisata yang ada di perairan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo (TNK).

Pelabuhan dan sekitarnya harus dibersihkan setiap hari, turunkan personil extra selama IMF. Aparat Pol pp bisa di perbantukan mengawasi kebersihan kota,’’ ujar Mateus.

Pelaku wisatawan lainnya, Aloysius Karya mengatakan dengan banyak kejadian di kawasan TNK selama ini tentu mencoreng nama baik pariwisata Mabar. Sehingga menyambut tamu IMF pada Oktober 2018 mendatang sangat diperlukan mengunakan jasa guide lokal yang memahami kondisi obyek wisata yang ada di Labuan Bajo dan sekitarnya.

“Jasa tour guide harus benar-benar guide yang berlisensi Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Mabar. Pramuwisata yang berlisensi HPI adalah benar-benar tour guide yang terlatih dan pengalaman yang cukup untuk menangani wisatawan,’’ harapnya. (bev/ol)