Jembatan Magepanda Putus, Pasien DBD Digendong Menyeberangi Sungai

berbagi di:
foto-hal-01-pasien-dbd-sikka-digendong-menyebrangi-sungai

Bripka Syafrul S Putra, Kepala Pos Polisi Ndete di Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, menggendong salah seorang pasien DBD rujukan dari Puskesmas Magepanda, untuk dibawa ke RS TC Hillers Maumere, kemarin. Foto: Yunus Atabara/VN\

 
Yunus Atabara

Putusnya dua jembatan di Sungai Dagamage, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur menyebabkan arus transportasi dari dan ke Maumere, putus total. Pasien yang dirawat di Puskesmas Magepanda yang dirujuk ke RS TC Hillers di Maumere, harus digendong untuk menyeberangi sungai.

Jembatan tersebut putus diterjang angin pada Selasa (12/3) siang. Kedua jembatan itu ambruk dan hanyut disapu banjir.

Pantauan VN, Rabu (13/3) siang, seorang pasien DBD yang bernama Yohanes Gibran (18), warga Magepanda, yang dirujuk dari Puskesmas Magepanda ke RS TC Hillers Maumere, terpaksa digendong oleh Kapospol Ndete, Bripka Syafrul S Putra untuk menyeberangi sungai.

Terlihat kondisi pasien masih lemah. Kapospol Syafrul menggendong pasien itu sembari salah satu tangannya menenteng botol infus. Pasien diturunkan di seberang sungai lalu dinaikkan ke kendaraan untuk dibawa ke Maumere.

“Yohanes adalah pasien DBD yang dirujuk dari Pusekesmas Magepanda ke RS TC Hillers Maumere,” kata seorang petugas medis Puskesmas Magepanda yang mendampingi pasien tersebut ke Maumere.

 

Satu Motor Rp 75 Ribu
Putusnya jembatan menjadi peluang bagi warga setempat mencari uang. Pengendara sepeda motor yang ingin menyeberang harus membayar jasa warga yang memikul sepeda motor untuk dibawa ke seberang kali. Uang jasa penyeberangan berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu per sepeda motor.

“Kemarin saya diminta Rp 50 ribu untuk seberangkan motor saya. Ya bayar karena saya ada urusan pekerjaan di Kecamatan Magepanda,” kata Yuven da Gomez, salah satu pengendara sepeda motor.
Donatus Nong, warga sekitar Sungai Dagamage, Desa Kolisia, mengatakan, selain sepeda motor, ia bersama beberapa warga lainnya juga membantu membawa barang bawaan warga yang ingin menyeberangi sungai.

“Dikasih berapa (rupiah) saja kami terima. Ya, sekadar buat beli pulsa dan rokok,” katanya.

Camat Magepanda, Bonaventura H Pedro Rodriques dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sikka, Tommy Lameng tampak mengawasi sebuah alat berat jenis excavator yang sedang memperbaiki jembatan darurat di Sungai Dagamage itu. (nus/E-1)