Jembatan Noetnana Pernah Putus Tahun 2017

berbagi di:
Jembatan Noetnana yang putus. Foto: Gusty Amsikan/VN

Jembatan Noetnana yang putus. Foto: Gusty Amsikan/VN

 

 

Sebelum putus pada Selasa, 12 Februari 2019 sore akibat banjir bandang, jembatan Noetnana yang terletak di Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara pernah putus di tahun 2017.

Kepala Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, Fridus Bana kepada VN, Rabu (13/2) mengatakan jembatan itu pernah putus tahun 2017 namun diabakan begitu saja oleh pemerintah kabupaten TTU.  Akhir Juli 2018 lalu, salah satu pengusaha berinisiatif untuk memperbaiki jembatan sehingga kembali digunakan. Sayangnya, jembatan tersebut kini kembali putus karena diterjang banjir bandang.

Jembatan yang menghubungkan wilayah Pantura dengan Kota Kefamenanu serta penghubung antara RI-RDTL (Distric Oecusse) kini tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. Ruas jalan sabuk merah Kefamenanu-Pantura lumpuh total.

Ia berharap jembatan segera diperbaiki karena itu merupakan satu-satunya jalur penghubungkan dan jalur alternatif dari ibu Kota Kabupaten TTU menuju Distrik Oecuse melalui PLBN wini.

“Kita sangat berharap pemerintah dapat segera melakukan perbaikan, minimal mengambil langkah penanganan darurat agar arus lalulintas di ruas jalan itu bisa kembali normal,”tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten TTU, Januarius Salem ketika dikonfirmasi mengatakan jembatan itu berada di ruas jalan provinsi yang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi NTT. Dengan demikian, tanggung jawab terkait kerusakan jembatan itu pun melekat pada dinas PUPR Provinsi NTT.

“Itukan jalan Provinsi jadi kewenangan sepenuhnya ada pada Dinas PUPR provinsi. Kita sudah kirimkan laporan kepada Dinas PUPR Provinsi terkait kerusakan ruas jalan tersebut. Menurut pihak Dinas PUPR Provinsi, mereka sudah menganggarkan perbaikan satu jembatan di wilayah Pantura TTU. Saya belum bisa memastikan jembatan mana yang hendak diperbaiki,” pungkasnya.(gus/bev/R-2)