Jimi Sianto Walk Out saat Direposisi

berbagi di:
jimmy-sianto

 

Jumul Hauteas

Anggota DPRD NTT, Jimi Sianto melakukan walk out saat sidang paripurna DPRD NTT dengan agenda pembacaan surat keputusan Partai Hanura NTT yang melakukan perubahan susunan Fraksi Hanura di DPRD NTT yang mengganti posisinya sebagai Ketua Fraksi Hanura dengan Hamdan Saleh. Atas keputusan ini, Jimi Sianto akan melaporkan pimpinan DPRD NTT kepada pimpinan Partai Hanura kubunya. Jimi menilai pimpinan DPRD sudah terlampau jauh mencampuri urusan Partai Hanura.

Kepada VN di lobi DPRD NTT, Jimi Sianto menegaskan pimpinan DPRD NTT terlalu memaksakan kehendak untuk tetap membacakan surat perubahan susunan Fraksi Partai Hanura DPRD NTT, yang didalamnya tidak mengakomodir namanya sebagai salah satu anggota Fraksi Hanura. Padahal sesuai dengan tata tertib DPRD NTT, setiap partai politik hanya boleh membentuk fraksi sendiri jika memiliki anggota minimal sama dengan jumlah komisi, dan partai politik juga wajib mendistribusikan semua anggotanya ke dalam komisi-komisi.

“Saya walk out karena pimpinan DPRD secara sadar, tahu dan mau mengajak semua anggota DPRD NTT yang hadir untuk melanggar tata tertib DPRD NTT yang dibuat dan disahkan sendiri oleh anggota DPRD NTT. Bagaimana mau membangun daerah ini menjadi lebih baik kalau aturan yang dibuat oleh DPRD untuk ditaati sendiri juga dilanggar,” tegasnya.

Mengenai pernyataan Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno yang menyatakan bahwa dirinya sudah ditetapkan sebagai calon tetap DPD RI untuk Pemilu 2019 mendatang, sehingga jabatannya sebagai ketua Fraksi Hanura harus dilepaskan, Jimmi menegaskan putusan Mahkamah Konstitusi yang mengatur bahwa pengurus partai politik yang mencalonkan diri sebagai anggota DPD harus mengundurkan diri dari pengurus partai politik dan bukan sebagai anggota partai politik.

“Sebagai pengurus partai politik saya mengundurkan diri. Tetapi tidak sebagai anggota partai politik. Jadi saya tetap harus dimasukkan dalam susunan Fraksi Hanura DPRD NTT. Tidak bisa reposisi ini tidak memasukkan nama saya,” tegasnya sambil menambahkan dirinya mencurigai pimpinan DPRD NTT memiliki agenda khusus dibalik ini sehingga memaksakan pelaksanaan agenda tersebut.

“Saya akan laporkan ini ke DPP dan juga akan menuntut pimpinan DPRD NTT yang mengatakan bahwa Hanura kubu OSO (Oesman Sapta Odang) yang sah, sedangkan kami tidak sah. Padahal kami masih sementara bersengketa dan kami menang di tingkat pertama. Jadi sekarang kubu OSO ada melakukan banding, sehingga belum ada putusan hukum tetap,” tegasnya lagi.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno yang dikonfirmasi VN melalui pesan whatsapp menegaskan, putusan untuk tetap melakukan paripurna dengan agenda pembacaan surat keputusan Partai Hanura terkait reposisi ketua hingga anggota Fraksi Hanura DPRD NTT merupakan keputusan bersama para pimpinan secara kolektif-kolegial tanpa perbedaan.

Menurutnya, perbedaan pandangan Jimi Sianto bukan masalah bagi mereka di unsur pimpinan. Anwar bahkan mempersilahkan Jimi mengambil langkah-langkah yang menurutnya benar.

“Kami berempat pimpinan DPRD NTT sepakat bulat dan secara kolektif kolegial mengambil keputusan untuk mengumumkan reposisi Fraksi Hanura dalam rapat paripurna DPRD hari ini,” jelasnya.

Ia menambahkan unsur pimpinan DPRD NTT juga sudah mempertimbangkannya dari berbagai aspek, bahkan sudah menyampaikannya pada Jimi, termasuk dengan mempertimbangkan fakta-fakta politik nasional. Karena itu, sesuai dengan keputusan MK yang mewajibkan semua calon anggota DPD mengundurkan diri dari kepengurusan partai politik, sehingga posisi Jimi Sianto sebagai ketua fraksi tidak berlaku lagi sebab fraksi merupakan perpanjangan tangan partai politik di DPRD.

“Kami sudah kaji dan pertimbangkan dari berbagai aspek, dan sudah sampaikan kepada Pak Jimmy juga dengan alasan-alasannya dengan melihat fakta-fakta politik dan perkembangan terkini di Partai Hanura secara nasional dimana SK Menkumham dan pengajuan caleg yang diakui oleh KPU dari kubu Osman Sapta dan Harry Lontung Siregar. Kalau Pak Jimmy punya penafsiran dan pandangan lain kami hormati,” tandasnya.(bev/ol)