JNE Kupang Target Kuasai Bisnis Olshop

berbagi di:
foto-hal-09-ekbis-111018-bos-jne-kupang

Branch Manager JNE Kupang Emi Ismiyati Khilafah

 

Perusahaan jasa logistik PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Cabang Kupang bertekad mendukung penuh pertumbuhan ekonomi khususnya tumbuh kembangnya UMKM di Provinsi NTT, khususnya pebisnis online shop yang mulai menggeliat sejak dua tahun terakhir.

“Saya melihat Kota Kupang khususnya dan NTT memiliki prospek yang sangat cerah khususnya dalam bisnis online. Mengapa? karena banyak produk yang layak dan pantas dijual kepada calon pelanggan di seluruh Indonesia,” kata

Branch Manager JNE Kupang Emi Ismiyati Khilafah kepada VN di kantor Utama KNE Kupang, Senin (8/10).

Menurutnya, sejumlah produk khas NTT sudah diolah dan dikemas dengan sangat baik sehingga kini menjadi incaran masyarakat lain di luar NTT.

“Kain tenun bahkan sudah mendunia. Ribuan kali kami mengirimkan paket khusus kain tenun dari berbagai daerah di NTT. Belum lagi olahan makanan dari daging, jagung, ikan, atau aksesoris dari bahan tulang atau gading. Intinya sangat berprospek,” ujar Emi.

Ia menyebutkan, produk olahan daging se’i daging, dan olahan makan seperti kerupung, jagung titi, kue rambut, kacang rote, madu, dan produk khas lainnya sangat diminati tamu dari luar Kota Kupang.

“Kami paling banyak mengirim produk-produk dari Oleh-oleh khas NTT Ibu Soekiran, Sei Babi Aroma, dan Sei babi Bambu Kuning. Bahkan sebulan bisa 20-30 kali dari produk mereka,” bebernya.

Selain itu, lanjut Emi, JNE Kupang juga sering menerima kiriman dari Pulau Flores, Sumba, Alor, dan Rote. “Kami sudah punya cabang di 21 kabupaten/kota di NTT. Khusus Kota Kupang kami punya delapan outlet. Daerah terakhir yang kami buka adalah Waibakul di Sumba Tengah, Mborong (Manggarai Timur), Mbay (Nagekeo), dan Betun (Malaka),” ujar Emi seraya menambahkan bahwa seluruh wilayah NTT sudah terlayani JNE.

Saat ini, jumlah pengiriman di wilayah Kota Kupang mencapai 10 ribu per bulan. “Dengan menggeliatnya bisnis olshop (online shop) di NTT, kami yakin akan akan semakin banyak pebisnis UMKM di NTT yang pada gilirannya akan mendukung keberadaan JNE di NTT juga,” pungkasnya.
Topang UMKM
Agus Soekiran, staf Toko Oleh-Oleh Khas NTT Ibu Soekiran yang ditemui VN secara terpisah, menjelaskan bahwa tokonya bekerja sama dengan JNE Cabang Kupang dalam hal pengiriman produk olahan.

Bentuk kerja sama yang dilakukan adalah memberikan informasi harga pengiriman kepada pelanggan dan pengunjung toko. “Kami sampaikan daftar harga pengiriman kepada pengunjung, kemudian mereka sendiri yang membawa ke kantor
JNE untuk dipaket dan dikirim. Sesekali kalau pagi, kami telepon JNE untuk jemput,” ungkap Agus yang adalah putra dari Ibu Soekiran, pemilik usaha olahan makanan khas NTT yang sudah berdiri sejak tahun 1961 itu.

Agus juga menambahkan, di tokonya terdapat ratusan jenis produk olahan dari berbagai jenis dan dari berbagai daerah di NTT. Bahkan, Toko Oleh-oleh Ibu Soekiran berperan aktif sebagai penopang sekitar 20 UMKM dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote, Ende, Sikka, TTS, Belu, Malaka, hingga Alor.

Florida Aryani Pandy, pebisnis Olshop asal Kota Maumere, Kabupaten Sikka mengaku memanfaatkan jasa JNE, J&T, serta Pos untuk mengirimkan barang pesanan pelanggannya. “Selama ini saya kirim pesanan pelanggan pakai JNE atau J&T. Tidak saja dalam Kota Maumere, taspi juga Kupang, Ende, bahkan sampai ke Sumba,” ujar mantan karyawati Koperasi Pintu Maumere itu.

Menjalankan bisnis jual beli alat make up, baju, sepatu, aksesoris sejak 2012 lalu, Aryani mengaku sangat menikmati bisnis tersebut dan mendapatkan pemasukan tambahan bagi keluaganya. “Saya berhenti dari kerjaan karena suami saja juga karyawan di situ. Makanya saya isi waktu luang di rumah dengan bisnis olshop. Lumayan pokoknya, ada pemasukan tambahan buat bantu suami,” pungkasnya. (paa/E-1)