Jokowi Bakal Resmikan Sekolah Tenun Pertama di Sumbar

berbagi di:
istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah Jusuf Kalla

Istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah Jusuf Kalla memantau pembangunan sekolah tenun. Foto: Kumparan

 

Presiden Jokowi akan meresmikan sekolah tenun pertama di Indonesia Kriya Minang di Nagari Tigo Jangko, Lintau Buo, Tanah Datar, Sumatera Barat awal Mei mendatang.

Sebelum diresmikan istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah Jusuf Kalla memantau pembangunan sekolah tersebut.

“Saya ke sini sekalian untuk meninjau persiapan peresmian,” kata Mufidah saat mendatangi sekolah Kriya Minang.

Menurutnya, keberadaan sekolah akan membantu perkembangan tenun yang sebelumnya sudah jadi ikon di Pandai Sikek, Tanah Datar.

“Sejak ada di Pandai Sikek, tenun terus berkembang. Jika ada sekolah tentu lebih berkembang lagi,” imbuhnya.

Mufidah mengatakan, pembangunan sekolah tenun itu merupakan cita-citanya sejak lama. Instruktur yang ada di sekolah itu diharapkan mampu melahirkan penenun-penenun baru dengan karya berkualitas.

Harapan serupa juga diutarakan Ketua Dekranasda Tanah Datar Emi lrdinansyah. Dia berharap sekolah tersebut membantu meningkatkan popularitas songket Lintau seperti populernya songket Pandai Sikek.

“Songket Lintau merupakan unggulan dari Tanah Datar selain Songket Pandai Sikek yang sudah mendunia,” ujarnya.

Rencananya sekolah tenun pertama di Indonesia itu akan diresmikan Jokowi pada awal Mei mendatang. Sejumlah persiapan terus dilakukan pemerintah jelang peresmian itu.

Sekolah tenun Kriya Minang dibangun di atas lahan 11.710 meter persegi. Fasilitas penunjang berupa rusunawa sebagai asrama juga dibangun Kemenangan PUPR di sekolah tersebut.

Provinsi lain di Indonesia yang kaya akan motif tenun ikat yang sudah mendunia adalah Nusa Tenggara Timur. Keragaman motif tenun di NTT menjadi salah satu potensi yang terus dikembangkan. Sayang, penenun muda mulai jarang di Nusa Tenggara Timur. Pembangunan sekolah tenun sebagai sentra belajar tentu bisa sangat mendukung kelestarian tenun ikat di NTT. Semoga NTT juga bisa mendirikan sekolah tenun (Bev/Kumparan)